TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah pusat berencana memangkas program makan bergizi gratis (MBG) lewat pengurangan jumlah hari operasional menjadi lima hari demi efisiensi sekitar Rp40 triliun per tahun.
Wacana itu menimbulkan reaksi dari sejumlah orang tua di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Mereka mengaku senang dengan adanya wacana itu.
Mustaqim (40), warga Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, mengaku senang dan tidak mempermasalahkannya. Sebab, selama ini makanan yang diberikan kurang memuaskan.
"Anak saya kan kelas empat sekolah dasar (SD). Kadang tu, ada hari yang dirapel. Kayak pas Ramadan kemarin. Tapi, dirapel atau enggak dirapel ya menunya tetap kurang pas," katanya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kamis (26/3/2026).
Ia pun sempat melihat menu yang didapatkan anaknya saat momen Ramadan kemarin. Salah satu menu kering yang dibagikan itu berupa buah jambu kristal dan roti goreng.
"Anehnya lagi rotinya itu benar-benar digoreng pakai minyak goreng. Jadi, masih kelihatan banyak minyaknya," beber Mustaqim.
Kendati demikian, ia berharap kepada pemerintah apabila program tersebut benar-benar dipangkas, alokasi pemangkasan dana itu dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat.
"Terus kalau dipangkas, pemangkasan anggarannya harus jelas dan terang digunakan untuk apa. Jadi biar kita enggak suuzan, jangan-jangan dipakai untuk keperluan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sendiri," jelasnya.
Senada, Iis (36), warga Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, ia berharap kepada pemerintah agar pemangkasan dana itu dapat dipergunakan untuk keperluan yang lebih bermanfaat.
"Ya kalau bisa, pemangkasan anggaran itu untuk keperluan perbaikan jalan atau bantuan kepada masyarakat. Jadi, ada hasil yang nyata dan transparan," ucapnya.
Selama ini, ia jarang mengetahui kondisi menu MBG yang didapatkan oleh anaknya. Walau bergabung dengan grup wali murid, tapi ia memilih untuk tidak mengurus hal tersebut.
"Anak saya kelas II sekolah menengah pertama. Jadi, saya pun kalau tahu menu MBG yang didapatkan anak saya, paling waktu Ramadan kemarin. Karena dia pulang bawa roti. Jadi ya sekilas lihat," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, belum bisa memberikan komentar lebih jauh terkait rencana efisiensi MBG tersebut, sebab masih menunggu arahan.
"Masih menunggu arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Ya (sampai saat ini) belum ada putusan," ucapnya.(nei)