Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Ahmad Iswan H Caya menilai, tingginya angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Provinsi Lampung dipengaruhi lonjakan volume kendaraan serta kondisi perjalanan yang padat.
Berdasarkan data yang diterima tercatat 52 kejadian kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dari jumlah tersebut, 13 orang meninggal dunia dengan total kerugian material mencapai sekitar Rp 370 juta.
Ia menyebut, wilayah Lampung Tengah menjadi daerah dengan jumlah kecelakaan terbanyak, yakni 14 kejadian.
Ahmad Iswan menilai, tingginya angka kecelakaan tidak sepenuhnya disebabkan kondisi jalan.
Baca Juga Satlantas Polres Lampung Barat Selidiki Kecelakaan di Depan Bank Utomo Liwa
Ia menyebut saat momentum mudik Lebaran, arus kendaraan meningkat drastis karena masyarakat pulang kampung menggunakan mobil maupun sepeda motor.
“Dalam situasi mudik seperti ini memang kondisi Lebaran. Arus kendaraan sangat tinggi, baik arus mudik maupun arus balik. Banyak masyarakat pulang kampung membawa mobil dan motor, sehingga risiko kecelakaan juga ikut meningkat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia juga menilai kondisi jalan di sejumlah wilayah, termasuk di Lampung Tengah, secara umum masih cukup baik karena sebagian ruas merupakan jalan besar.
Namun, faktor keselamatan dan kedisiplinan pengendara tetap menjadi hal yang paling penting.
“Bukan hanya soal jalan saja, tetapi juga soal keselamatan berkendara. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga para pengendara agar lebih disiplin dan berhati-hati,” katanya.
Selain itu, Komisi IV DPRD Lampung juga akan melakukan evaluasi pasca Lebaran dengan memanggil dan melakukan sharing bersama instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan pada momentum mudik berikutnya.
“Pasca Lebaran nanti tetap akan kita bahas. Komisi IV akan sharing dan berkoordinasi dengan instansi terkait terkait kejadian-kejadian kecelakaan di Lampung. Dari diskusi lanjutan itu diharapkan ada langkah konkret untuk mengurangi angka kecelakaan ke depan,” jelasnya.
Ia pun berharap masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada masa arus mudik dan arus balik yang setiap tahun selalu mengalami lonjakan kendaraan.
(Tribunlampung.co.id/Bandar Lampung)