TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Peta persaingan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia kembali berubah.
Rilis terbaru Webometrics 2026 menunjukkan visibilitas digital kini menjadi faktor kunci yang menentukan posisi kampus di tingkat global.
Sejumlah kampus besar seperti Telkom University dan Universitas Bina Nusantara (Binus) masih mendominasi papan atas.
Namun, dinamika persaingan tidak lagi statis. Pergerakan signifikan mulai terlihat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Di tengah kompetisi tersebut, Universitas Mercu Buana (UMB) mencatatkan lonjakan dengan menempati peringkat ke-2 PTS di Jakarta.
Capaian ini menandai meningkatnya daya saing kampus dalam aspek digital dan publikasi ilmiah.
Webometrics merupakan pemeringkatan global yang dikelola oleh Cybermetrics Lab di bawah Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol.
Berbeda dengan pemeringkatan akademik konvensional, Webometrics menitikberatkan pada performa digital perguruan tinggi.
Indikator yang digunakan mencakup visibilitas situs web, dampak publikasi ilmiah, serta keterbukaan akses terhadap hasil riset (open access).
Dalam metodologinya, visibilitas memiliki bobot terbesar, diikuti oleh kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah.
Kondisi ini mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya fokus pada kegiatan akademik internal, tetapi juga aktif menyebarluaskan pengetahuan melalui platform digital yang dapat diakses publik global.
Baca juga: 17 Mahasiswa Timor Leste Tempuh Pendidikan di Universitas Mercu Buana
Rektor Universitas Mercu Buana, Andi Adriansyah, mengatakan peningkatan posisi UMB tidak terlepas dari strategi penguatan publikasi ilmiah dan pengembangan repositori digital institusi.
“Pemeringkatan ini mencerminkan bagaimana perguruan tinggi mendiseminasikan pengetahuan secara luas melalui platform digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, penguatan ekosistem riset menjadi salah satu fokus utama kampus untuk meningkatkan kontribusi akademik yang relevan dengan kebutuhan global.
Di tingkat nasional, Telkom University masih memimpin sebagai PTS terbaik dengan peringkat ke-9 nasional dan sekitar 1.100-an dunia.
Sementara itu, Binus berada di posisi kedua PTS dengan peringkat ke-13 nasional.
Selain itu, sejumlah kampus lain seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga konsisten berada di jajaran atas. Adapun Universitas Trisakti tercatat berada di kisaran peringkat ke-17 PTS nasional.
Tren ini menunjukkan bahwa persaingan antarperguruan tinggi kini semakin bergeser ke ranah digital. Kampus dengan strategi publikasi yang kuat dan visibilitas tinggi cenderung lebih unggul dalam pemeringkatan global.
Meski demikian, sejumlah pengamat pendidikan tinggi menilai Webometrics memiliki keterbatasan.
Penilaian yang berfokus pada kehadiran digital dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas pembelajaran, kurikulum, maupun kompetensi lulusan.
Karena itu, hasil Webometrics umumnya digunakan sebagai indikator pelengkap, berdampingan dengan pemeringkatan lain seperti QS World University Rankings atau Times Higher Education (THE) yang lebih menitikberatkan pada reputasi akademik dan kualitas riset.
Di tengah meningkatnya kompetisi global, visibilitas digital tetap menjadi faktor strategis. Selain memperluas jangkauan riset, hal ini juga membuka peluang kolaborasi internasional dan meningkatkan daya tarik perguruan tinggi di mata mahasiswa asing.
UMB menyatakan akan terus memperkuat ekosistem riset berbasis digital guna meningkatkan kontribusi akademik di tingkat global.
“Kami akan terus memperkuat ekosistem riset berbasis digital guna meningkatkan kontribusi akademik di tingkat global,” kata Andi Adriansyah.