TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Insiden kecelakaan yang menimpa seorang penyapu koin di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (25/3/2026) sore, mengungkap fakta mengejutkan.
Korban bernama Said (42) ternyata bukan warga sekitar jembatan, melainkan warga yang nekat datang dari jarak jauh.
Said diketahui berasal dari Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang. Ia harus menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dari rumahnya menuju Jembatan Sewo hanya untuk mengais uang receh yang dilempar pemudik di jalur Pantura tersebut.
Penyapu koin adalah fenomena warga, termasuk anak-anak, yang berjejer di Jembatan Sewo (perbatasan Subang-Indramayu, Pantura) untuk menyapu dan mengambil koin/uang kertas yang dilempar pengendara.
Tradisi ini berisiko tinggi karena sering menyebabkan kecelakaan, kemacetan, dan membahayakan nyawa saat arus mudik Lebaran.
Baca juga: Sehari Bisa Raup Cuan Hingga Rp100 Ribu, Alasan Penyapu Koin di Pantura Subang Tetap Beraksi
Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB saat arus balik Lebaran sedang padat-padatnya.
Sebuah mobil Toyota Calya (B 7764 BDA) yang dikemudikan Kusnaedi (32) hilang kendali setelah tersenggol kendaraan lain dari sisi kiri.
"Mobil bergerak ke arah kanan dan menghantam Said yang sedang berjalan di trotoar membawa sapu lidi. Korban saat itu sedang bersiap mengumpulkan koin," ujar Iptu Andi Supriyatna kepada Tribun Jabar, Kamis (26/3/2026).
Akibat benturan tersebut, Said mengalami luka di pelipis dan kaki, sehingga harus dilarikan ke RS Mitra Plumbon Patrol.
Fakta bahwa Said menempuh jarak 30 km menunjukkan bahwa fenomena penyapu koin di perbatasan Indramayu-Subang ini tidak lagi hanya melibatkan warga setempat.
Momentum arus mudik dan balik Lebaran menjadi daya tarik bagi warga dari kecamatan lain untuk mencari penghasilan tambahan.
"Korban sengaja datang jauh-jauh untuk memanfaatkan momentum arus balik. Ia berharap mendapatkan rezeki dari uang yang dilemparkan pengendara," tambah Kapolsek.
Padahal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kebijakan Dedi Mulyadi sebelumnya telah memberikan kompensasi sebesar Rp600 ribu kepada 105 penyapu koin yang terdata sebagai warga lokal agar menghentikan aktivitas berbahaya tersebut.
Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya menertibkan para penyapu koin yang biasa mangkal di jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis 26 Maret 2026;
Kali ini, petugas terlihat tidak hanya menertibkan, tetapi turut menyita sapu lidi yang digunakan para penyapu koin.
Sapu-sapu ini biasanya digunakan untuk mengambil uang yang dilemparkan pengendara saat melintasi jembatan Sewo.
Bahkan, gang-gang sempit di sekitar jembatan Sewo juga turut disisir untuk mencari penyapu koin yang berusaha kabur atau bersembunyi dari petugas gabungan yang melaksanakan penertiban.
Tanpa basa-basi, petugas pun langsung menyita sapu dari sejumlah penyapu koin yang kedapatan bersembunyi di gang-gang kecil sekitar jembatan Sewo dalam penertiban tersebut.
Camat Sukra, Sigit Widiyanto, mengatakan, langkah tegas itu diambil jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lainnya, menyikapi adanya penyapu koin di jembatan Sewo yang tertabrak mobil belum lama ini.
Menurut dia, kecelakaan tersebut juga menjadi bukti nyata betapa bahayanya aktivitas penyapu koin di jembatan Sewo, khususnya saat volume kendaraan meningkat pada momen arus balik seperti sekarang.
"Penertiban ini untuk mencegah penyapu koin turun ke jalan, karena membahayakan pengendara maupun penyapu koin itu sendiri," kata Sigit Widiyanto saat ditemui Tribun Jabar usai penertiban di jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (26/3/2026).(*)