Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jalan Braga yang memiliki nilai sejarah karena bangunan heritagenya kini semakin diminati wisatawan karena menawarkan banyaki wisata foto di area tersebut.
Di tengah geliat wisata kuliner dan jejak sejarah yang kental, tren berburu spot estetik menjadi magnet baru, terutama bagi generasi muda yang ingin mengabadikan momen sekaligus membagikannya di media sosial.
Fenomena ini semakin terasa dengan hadirnya Lighting Art Braga, sebuah ruang imersif yang menawarkan pengalaman visual berbeda melalui perpaduan seni dan teknologi cahaya.
Tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit yang memperkuat citra Braga sebagai kawasan wisata foto yang terus berkembang.
Begitu memasuki area galeri, pengunjung seolah dibawa keluar dari hiruk pikuk kota. Ruangan gelap dengan cahaya artistik langsung menyambut, menghadirkan sensasi seperti melangkah ke dunia lain.
Salah satu spot yang paling mencuri perhatian adalah instalasi berbentuk bulan raksasa, detail permukaannya tampak nyata, dengan kawah-kawah yang terlihat hidup. Siluet pengunjung yang berdiri di depannya menciptakan pemandangan yang unik dan indah.
Baca juga: Dua Remaja Putri Ini Bela-belain Liburan Pake Motor dari Purwakarta ke Braga Kota Bandung
Tak jauh dari sana, lorong panjang dengan proyeksi ombak biru bergulung menghadirkan pengalaman berbeda.
Dinding dan lantai menyatu dalam visual lautan yang bergerak, menciptakan ilusi berjalan di tepi pantai. Pantulan cahaya di cermin memperluas ruang, membuat suasana terasa tanpa batas.
Di sudut lain, ruang penuh lampu neon berwarna-warni menjadi tempat favorit pengunjung untuk beristirahat sekaligus mengabadikan momen. Beberapa terlihat duduk sambil menatap layar ponsel, memilih foto terbaik dari puluhan jepretan yang baru saja diambil.
Operational Manager Lighting Art Braga, Deni, menyebut tempat ini memang dirancang bukan sekadar lokasi wisata biasa, melainkan ruang eksplorasi visual.
“Lighting Art Braga hadir sebagai ruang eksplorasi visual yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar tempat hiburan atau wisata. Setiap sudut di sini dirancang untuk memberikan sensasi berbeda, sehingga pengunjung seolah berada di dalam galeri seni cahaya modern,” ujar Deni saat ditemui di Braga, Kamis (26/3/2026).
Sejak dibuka pada 11 Desember 2025, Deni menjelaskan, Lighting Art Braga menghadirkan lebih dari 24 spot foto yang bisa dieksplorasi pengunjung. Setiap ruang memiliki konsep berbeda, mulai dari nuansa kosmik, alam, hingga instalasi futuristik yang dirancang untuk memberikan pengalaman imersif sekaligus estetik.
“Memang di Braga ini wisata lebih ke arah foto dan kuliner. Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda, sensasi dan pengalaman baru bagi pengunjung, supaya momen yang mereka abadikan terasa lebih luar biasa,” kata Deni.
Antusiasme pengunjung pun terus meningkat, terutama saat musim liburan. Pada momen libur panjang seperti Lebaran, jumlah pengunjung bisa menembus angka tinggi setiap harinya.
“Di high season seperti libur Lebaran, antusiasmenya sangat luar biasa. Pengunjung bisa mencapai lebih sekitar 1.000 orang per hari, bahkan lebih saat peak season,” jelasnya.
Baca juga: Polres Karawang Tilang Puluhan Truk Sumbu Tiga Setiap Hari Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola tidak membatasi jumlah pengunjung secara langsung, melainkan mengatur alur pergerakan di dalam area galeri.
“Kami tidak membatasi kapasitas secara kaku, tapi mengatur flow. Di dalam dibuat one way, jadi pintu masuk dan keluar berbeda. Kalau sudah terlalu padat, kami atur ritme pengunjung yang masuk,” ungkapnya.
Lighting Art Braga buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 24.00 WIB. Pada momen spesial Idulfitri, pengunjung juga bisa menikmati promo harga tiket, yakni Rp60.000 untuk dewasa dari harga normal Rp80.000, serta Rp40.000 untuk anak-anak setelah diskon 35 persen.
Tak hanya itu, fasilitas tambahan juga disediakan untuk menunjang pengalaman pengunjung. Bagi yang sendirian, tersedia penyewaan tripod dengan harga terjangkau. Sementara inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah layanan cetak foto dengan konsep “newspaper”.
“Kami baru launching photobooth print foto newspaper. Pengunjung bisa langsung cetak foto dari handphone, pilih frame, lalu dicetak ukuran A3 seperti koran. Untuk monokrom hanya Rp15.000, dan berwarna Rp20.000,” kata Deni.
Wisata foto ini pun ramai dikunjungi tak hanya untuk sekedar berfoto tapi juga untuk membuat konten yang bisa diunggah di media sosial. (*)