TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Sejumlah objek wisata pemandian di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dipadati pengunjung selama periode libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah dan cuti bersama, Kamis (26/3/2026).
Arus kedatangan warga mulai meningkat signifikan sejak pekan keempat Maret, di mana mayoritas pengunjung memilih rekreasi alam sebagai destinasi liburan keluarga.
Terdapat tiga titik utama yang menjadi tujuan favorit masyarakat, yakni Wisata Air Panas Semolon di Mentarang, Hutan Adat Tane Olen di Setulang, dan Wisata Air Sungai Belayan di Malinau Utara.
Berdasarkan data harian di Objek Wisata Tane Olen, total kunjungan selama 24 hari pertama di bulan Maret telah menembus angka 3.014 orang.
Baca juga: Selama Maret 2026, Ada 3.014 Orang Kunjungi Hutan Adat Tane Olen di Desa Setulang Kabupaten Malinau
Puncak kepadatan wisatawan tercatat terjadi pada 23 Maret 2026 dengan jumlah 972 orang dalam sehari, disusul pada 24 Maret sebanyak 729 orang.
Rahmad, seorang warga asal Malinau Kota, mengaku sengaja memilih destinasi pemandian alam karena dianggap lebih terjangkau dan cocok untuk membawa rombongan keluarga.
"Mumpung masih libur panjang lebaran, kami bawa keluarga besar ke sini karena aksesnya mudah dan airnya jernih," ujar Rahmad.
Selain Tane Olen, Wisata Air Sungai Belayan juga mencatatkan peningkatan aktivitas masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai untuk berenang dan bersantai.
Anita, pengunjung lainnya, menyebutkan bahwa destinasi wisata di Malinau kini menjadi pilihan utama dibandingkan harus bepergian ke luar daerah selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Setiap libur idulfitri biasanya memang ke Tane Olen atau Belayan, lokasinya pas untuk rekreasi anak-anak karena tempatnya luas," ucap Anita.
Kondisi kepadatan di sejumlah titik wisata favorit tersebut diprediksi akan terus bertahan hingga berakhirnya masa libur sekolah pada akhir pekan ini.
Peningkatan aktivitas di lokasi wisata kini dibarengi dengan pengawasan mandiri oleh pengelola guna memastikan keamanan pengunjung di tengah padatnya arus masuk kendaraan.
(*)
Penulis : Mohammad Supri