SOSOK Maria Simaremare Anggota Bawaslu Tewas Dengan Luka Gorok di Leher, Pelaku Masih Jadi Misteri
Tommy Simatupang March 26, 2026 07:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, Maria Simaremare ditemukan tewas dengan luka gorok di leher. 

Maria Simaremare tewas di kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Rabu (25/3/2026). 

Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengenaskan dan mengalami luka di bagian leher, yang mengarah pada dugaan adanya unsur kekerasan.

Pada saat kejadian, Maria Simaremare diketahui sedang berada di rumah sendirian. 

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya dan mencari tahu apakah ada keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Ia pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.

“Korban pertama kali diketahui oleh tetangganya sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L. Sinaga, saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Sebelum Kecelakaan Tragis di Parapat, Truk ODOL Lintasi Banyak Pos PAM Ketupat Toba 2026

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 9 Tahun Dibanting Guru Ngaji, Padahal Tak Sengaja Lecetkan Mobil Sang Kiai

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.

Petugas dari Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan unit Identifikasi segera melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari pengamanan lokasi, pemasangan garis polisi, hingga pengumpulan keterangan saksi di sekitar tempat kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, polisi menemukan adanya luka serius di bagian leher korban.

Temuan ini menjadi salah satu fokus utama dalam proses penyelidikan.

“Dari hasil olah TKP awal, ditemukan luka di bagian leher korban. Saat ini jenazah sudah kami evakuasi dan dibawa ke RSUD Muaradua untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKP Aston.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Muaradua untuk menjalani Visum et Repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang berada di luar daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Personel telah bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Saat ini kami menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut dan memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika ada yang mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kejadian ini, segera laporkan kepada kepolisian,” tegasnya. 

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui jajarannya memastikan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.

Saat ini, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian, sementara penyidik terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan tambahan guna mengungkap secara pasti penyebab kematian korban.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas setiap kasus secara transparan dan akuntabel, termasuk dalam peristiwa yang menggegerkan warga Muaradua ini.

Baca juga: Polres Belawan Klarifikasi Penangkapan Tersangka Penganiayaan, Luruskan Isu Kekerasan

Baca juga: Cuaca di Sumut Cukup Panas, Ini Penyebabnya Kata BMKG

(*/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.