Profil Ben Wirawan, Alumni ITB Pendiri Torch yang Masuk Forbes Asia, Ini Strategi Bisnisnya
Putra Dewangga Candra Seta March 26, 2026 07:32 PM

 

SURYA.co.id – Perjalanan bisnis Ben Wirawan membangun brand travel gear lokal tidak dimulai dari perusahaan besar, melainkan dari ruko kecil dengan tim terbatas.

Namun dalam waktu delapan tahun, bisnis yang ia rintis mampu tumbuh hingga 100 kali lipat dan membawa brand Torch masuk dalam daftar bergengsi Forbes Asia 100 to Watch tahun 2025 untuk kategori E-commerce & Retail.

Daftar tersebut memuat startup paling menjanjikan di Asia-Pasifik yang dinilai unggul dalam inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi seperti AI dan deep tech.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Torch sebagai brand lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Berawal dari Tim Kecil

Kisah perjalanan bisnis ini diceritakan Ben dalam acara Studium Generale di Institut Teknologi Bandung bertajuk “Berani Memulai, Berani Bertumbuh: Membangun Brand yang Relevan di Era Digital”, Rabu (18/2/2026).

Di hadapan sekitar 1.100 mahasiswa, Ben menjelaskan bahwa Torch dibangun bersama rekannya, Hanafi Salman, yang juga alumnus Desain Produk ITB.

Awalnya, perusahaan ini hanya dijalankan oleh tim kecil beranggotakan enam orang.

Namun kini, Torch telah bertransformasi menjadi brand yang dikenal di bidang fashion traveling.

Menurut Ben, pendidikan Desain Produk ITB memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya, terutama dalam membentuk pola pikir pemecahan masalah.

“Saya merasa semua orang akan menjadi sangat besar saat berada di misinya. Jangan terjebak sedang di jurusan apa. Semua ilmu bisa dipelajari dari orang-orang yang Anda temui dan buku yang Anda baca,” tutur Co-Founder Torch.id tersebut melansir laman ITB, Rabu (25/3/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Ia menekankan bahwa passion dan misi pribadi harus menjadi kompas.

Menurutnya, ada benang merah antara pendidikan di kampus dengan kiprah di industri, yakni keberanian bereksperimen dan kemampuan beradaptasi.

Strategi Bisnis Lean Startup dan Produk Timeless

Kesuksesan Torch menembus pasar internasional tidak lepas dari strategi bisnis yang matang.

Ben mengungkapkan bahwa kunci pertumbuhan mereka adalah penerapan metode Lean Startup dengan siklus Build–Measure–Learn.

Setiap produk diuji melalui Minimum Viable Product (MVP), dievaluasi, lalu disempurnakan secara berulang.

“Kita harus membuat produk yang relevan sepanjang waktu (timeless). Strategi utama adalah menciptakan customer journey yang personal. Semakin lama pesan itu dibicarakan oleh banyak orang, semakin baik dampaknya bagi brand,” jelas pria yang menduduki jabatan CEO Torch.id itu.

Sebagai brand lokal, Torch juga aktif melakukan kolaborasi Intellectual Property (IP) berskala global.

Torch tercatat pernah bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Marvel, Mobile Suit Gundam, hingga One Piece.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing untuk masuk dalam ekosistem global.

Visi Ekonomi dan Kolaborasi Kampus–Industri

Bagi Ben, membangun bisnis bukan sekadar mengejar keuntungan. Ia memiliki visi lebih besar, yakni ikut mengubah struktur ekonomi nasional.

Ia aktif mendorong transformasi tenaga kerja dari sektor mikro ke perusahaan yang lebih produktif sebagai bagian dari langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara industri dan kampus, terutama dalam riset pengembangan material agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha menjadi jembatan penting untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Sebagai penutup, Ben mengutip pernyataan futuris Alvin Toffler yang menjadi prinsipnya dalam berbisnis,

"Orang yang buta huruf di abad ke-21 bukanlah mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan mereka yang tidak bisa belajar, membuang ilmu lama, dan belajar kembali (learn, unlearn, and relearn)."

Kutipan tersebut menjadi filosofi yang dipegang Ben dalam membangun bisnis di era perubahan cepat, bahwa kemampuan beradaptasi dan terus belajar merupakan kunci bertahan dan berkembang di dunia usaha modern.

Profil Ben Wirawan

Ben Wirawan adalah seorang pengusaha muda Indonesia yang dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO Torch, sebuah brand lokal yang bergerak di bidang fesyen dan perlengkapan traveling.

Ia memiliki latar belakang di bidang riset dan pengembangan (R&D) serta product design, yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam membangun bisnis berbasis inovasi produk.

Sebelum mendirikan Torch, Ben lebih dulu berkecimpung dalam dunia desain produk outdoor dan pengembangan produk, hingga akhirnya mendirikan Torch sekitar tahun 2015 di Bandung.

Di bawah kepemimpinannya, Torch berkembang sebagai brand lokal yang dikenal dengan produk tas, jaket, dan perlengkapan traveling yang mengutamakan fungsi, desain simpel, serta inovasi.

Salah satu pendekatan bisnis yang diterapkan Ben Wirawan adalah data-driven product development, yaitu mengembangkan produk berdasarkan riset pasar dan data perilaku konsumen, bukan sekadar mengikuti tren.

Ia juga menerapkan metode Lean Startup, yaitu memulai dari ide, membuat prototype atau MVP (Minimum Viable Product), menguji pasar, melakukan evaluasi, lalu menyempurnakan produk sebelum diproduksi massal.

Melalui strategi tersebut, Torch mampu tumbuh sebagai salah satu brand lokal yang cukup kuat di segmen travel gear dan apparel di Indonesia.

Sosok Ben Wirawan sendiri dikenal sebagai entrepreneur yang menekankan pentingnya riset produk, memahami kebutuhan konsumen, serta membangun brand secara bertahap dan berbasis data, bukan hanya mengandalkan pemasaran semata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.