Kronologi Pembunuhan Dokter Shanti Hastuti di Gayo Lues, Dari Pencurian Hingga Pelecehan
Sri Widya Rahma March 26, 2026 07:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Kasus kematian seorang dokter di Kabupaten Gayo Lues, yang jasadnya ditemukan mulai membusuk di lantai dua kamar rumahnya, mengejutkan warga setempat.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Dokter di Gayo Lues, Tersangka Gunakan Uang Curian untuk Judi Online dan Beli Sabu

Jasad dokter Shanti Hastuti (47) ditemukan oleh adik kandungnya pada Sabtu (21/3/2026), saat berkunjung untuk silaturahmi pada momen Hari Raya Idul Fitri.

Kasus ini berhasil diungkap aparat kepolisian Polres Gayo Lues dengan bantuan tim Jatatrans Ditreskrimum Polda Aceh.

Meskipun, korban baru diketahui telah meninggal 13 hari setelah kejadian pembunuhan yang terjadi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Tersangka pembunuhan adalah tetangga dekat korban, FD alias D, warga Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren.

FD diketahui sudah menikah dan memiliki satu anak.

Menurut Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo melalui Kasat Reskrim, Iptu M Abidinsyah SH, kepada TribunGayo.com pada Kamis (26/3/2026), mengatakan kasus ini bermula dari tindak pencurian dengan kekerasan yang dilakukan tersangka.

Korban yang memergoki aksi pencurian sempat melakukan perlawanan dan meminta tolong, sehingga tersangka nekat menghabisi nyawa korban.

Kronologi Kejadian

Pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, tersangka FD mempersiapkan beberapa alat berupa obeng, pahat dan sebilah pisau.

Setelah alat siap, ia masuk ke pekarangan rumah korban yang berada tepat didepan rumah tersangka itu sendiri, dengan melompat melalui pagar depan bagian timur.

Kemudian menuju belakang rumah dan membongkar jendela serta teralis. Dari situ, tersangka masuk ke dalam rumah.

Di lantai satu, tersangka menggeledah sekitar enam kamar untuk mencari barang berharga, namun tidak menemukan apa pun.

Selanjutnya, tersangka naik ke lantai dua dan melihat pintu kamar korban terbuka sedikit.

Ia mengintip dan melihat korban sedang tidur, sehingga merasa aman dan melanjutkan pencarian di kamar lain di lantai 2 rumah tersebut.

Tetapi tersangka tidak menemukan barang berharga, kemudian tersangka pergi ke dapur sebelah kamar korban, pada saat hendak masuk ke dapur di depan pintu dapur gorden pintu berbunyi, pada saat itu tersangka mendengar ada suara dari kamar korban.

Baca juga: Dokter di Gayo Lues Dibunuh 13 Hari Sebelum Ditemukan, Tersangka Sempat Lakukan Pelecehan

Lalu tersangka mendekati kamar korban tersebut dan tersangka mengintip pintu kamar korban dan melihat korban duduk di atas kasur, sehingga antara tersangka dan korban saling menatap. 

Karena kaget, korban berteriak dan pelaku masuk ke dalam kamar korban sambil mengatakan 'Jangan teriak nanti kubunuh kamu' akan tetapi korban tetap berteriak minta tolong.

Kemudian, pelaku langsung memiting leher korban dari belakang, menggunakan tangan kanannya dengan melanjutkan memasukkan tangan kirinya dua jari yang menyebabkan korban terjatuh dengan posisi miring ke kanan.

Kemudian tersangka mendidih korban di atas badan korban dan tetap posisi pelaku masih memiting leher korban dan jari pelaku masih di dalam mulut korban.

"Korban sempat melakukan perlawanan dengan cara menggigit jari tersangka, tapi tersangka tetap melanjutkan aksinya sampai korban tidak berdaya dan korban sudah dalam keadaan ngorok," sebut Kasat Reskrim. 

Lalu korban tak berdaya kemudian tersangka melepaskan pitingannya dan melepas jari dari mulut korban, kemudian tersangka pergi ke ruang make up korban dan melihat kabel colokan listrik dan memotong kabel tersebut dengan sebilah pisau.

Lalu membawa kabel tersebut untuk mengikat kedua tangan korban dengan mengubah posisi korban dari menyamping ke posisi terbaring.

Tak sampai di situ, tersangka mengambil jilbab warna biru dongker dari lemari korban dan menyumpal mulut korban dengan jilbab tersebut, lalu tersangka melecehkan korban dengan cara membuka bra sebelah kanan korban.

Setelah itu tersangka menutupi wajah korban dengan menggunakan satu buah selimut warna pink motif Hello Kitty. 

Tersangka kembali membongkar kamar korban di lantai 2 rumah tersebut dan menemukan uang tunai Rp100.000, melihat barang curian hanya sedikit tersangka mendekati korban dan mengambil sepasang anting emas warna putih dari telinga korban.

Pelarian dan Penjualan Barang Curian

Setelah melancarkan aksinya, tersangka duduk di sofa depan kamar korban sambil memikirkan bagaimana cara keluar dari rumah tersebut. 

Tidak lama kemudian, tersangka mengambil pakaian baju dokter milik korban berwarna putih dan celana training, lalu  keluar dari rumah tersebut melalui pintu belakang.

Setelah di luar rumah, tersangka pergi ke ruangan yang berada di samping klinik atau tempat praktek milik korban.

Tersangka melihat sebuah sepeda motor bersama kuncinya, lalu tersangka memakai satu set jas hujan warna silver dan helm serta memakai masker.

Tersangka keluar dari rumah tersebut dengan mengendarai sepeda motor jenis Mio Soul warna merah melalui pintu pagar depan rumah korban.

Setelah berhasil keluar dari rumah korban,tersangka pergi ke Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara dengan niat menjual sepeda motor dan perhiasan milik korban.

Di tengah perjalanan di daerah Putri Betung tersangka membuang baju dan celana yang dibawa tersangka dari rumah korban dan  melanjutkan perjalanan ke Kutacane.

"Di Kutacane tersangka menjual sepeda motor milik korban senilai Rp2 juta dan perhiasan emas milik korban Rp1.950.000, setelah dijual tersangka sempat menetap selama 5 hari di Kutacane," jelas Kasat Reskrim.

Aksi Kedua dan Penangkapan

Kemudian tersangka kembali lagi ke Blangkejeren, selang dua hari di Blangkejeren atau dirumahnya, tersangka kembali masuk ke rumah korban dan membawa kabur sebuah laptop lalu dijual seharga Rp100.000 di kota Blangkejeren.

"Tersangka pembunuhan dokter di Gayo Lues ditangkap di seputaran tugu kota Blangkejeren pada senin 23 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.

Kini tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Gayo Lues guna proses penyidikan lebih lanjut," sebutnya. (*)

Baca juga: Pengurus IDI dan DPRK Apresiasi Polres Gayo Lues dalam Mengungkap Kasus Kematian Seorang Dokter

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.