TOBOALI, BABEL NEWS - Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan, pemanfaatan drone berdampak signifikan terhadap peningkatan efektivitas kerja di sektor pertanian.
“Penggunaan drone ini mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga 85 sampai 90 persen dibandingkan cara manual,” kata Risvandika kepada Bangka Pos, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, penerapan teknologi drone menjadi solusi atas berbagai keterbatasan tenaga dan waktu di lapangan.
Teknologi ini memungkinkan pekerjaan seperti pemupukan dan penyemprotan pestisida dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dengan demikian, produktivitas petani dapat ditingkatkan secara signifikan.
“Pekerjaan yang biasanya memakan waktu berhari-hari bisa diselesaikan dalam hitungan jam,” ujar Risvandika.
Dia menambahkan, efisiensi yang dihasilkan tidak hanya dari sisi waktu, tetapi juga penggunaan sumber daya.
Penyemprotan yang lebih presisi mampu mengurangi pemborosan bahan kimia dan air.
Hal ini berimbas pada penurunan biaya operasional dalam jangka panjang sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
“Kami optimistis inovasi ini akan meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani,” kata Risvandika.
Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memulai penggunaan drone sebagai langkah awal menuju modernisasi pertanian.
Salah satu dari tiga unit drone yang ada saat ini sudah diuji coba untuk penyemprotan pestisida pada tanaman.
Risvandika, mengatakan, sebelumnya diusulkan pengadaan 15 unit drone untuk memenuhi kebutuhan di berbagai wilayah pertanian di Bangka Selatan.
Namun, tiga unit drone bantuan pemerintah pusat yang tersedia saat ini akan dimaksimalkan terlebih dahulu.
Risvandika menyebutkan, penggunaan drone tersebut targetnya mampu mendorong peningkatan produksi pangan.
“Ini menjadi langkah awal kita dalam menggunakan teknologi drone untuk sektor pertanian,” katanya kepada Bangka Pos, Kamis (26/3/2026).
Meski jumlahnya masih terbatas, lanjut Risvandika, pemanfaatan drone untuk mendukung aktivitas pertanian sudah mulai dijalankan di lapangan.
Drone yang ada saat ini difokuskan untuk tahap uji coba sekaligus pelatihan operator.
Pemanfaatan drone mulai diterapkan di Desa Rias, Kecamatan Toboali, dan Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar.
Kedua wilayah ini dipilih sebagai lokasi uji coba penerapan teknologi pertanian modern tersebut.
Hasil dari uji coba ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi sebelum penggunaan drone diperluas ke berbagai wilayah pertanian lainnya.
“Untuk sementara kita fokuskan di dua desa sebagai percontohan,” ucap Risvandika.
Dalam praktiknya, drone tersebut digunakan untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida pada tanaman.
Teknologi ini memungkinkan pekerjaan dilakukan lebih cepat dibandingkan metode manual.
Selain itu, hasil penyemprotan pestisida menjadi lebih merata dan tepat sasaran.
Selanjutnya, distribusi drone akan diperluas sesuai dengan potensi lahan sawah di masing-masing wilayah.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana pendistribusian, antara lain Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, serta beberapa wilayah lain di Kecamatan Pulau Besar.
Pemerataan tersebut targetnya mampu mendorong peningkatan produksi pangan secara menyeluruh.
“Nantinya (drone) akan dibagi sesuai potensi wilayah sawah yang ada,” ujar Risvandika.
Lebih lanjut, Risvandika mengatakan, bantuan drone tersebut pada prinsipnya diperuntukkan bagi sektor pertanian pangan.
Namun demikian, pemanfaatannya tetap dapat diakses oleh petani secara luas di Kabupaten Bangka Selatan.
Skema penggunaan drone ini masih terus dikaji, termasuk terkait biaya operasional dan sistem penyewaan.
“Pasalnya, drone menjadi barang baru dan menggunakan operator khusus, mekanisme penggunaannya masih perlu pelajari,” tutur Risvandika.
Untuk mendukung optimalisasi penggunaan drone tersebut, pemerintah menyiapkan pelatihan bagi operator.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 7-14 April 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.
Pelatihan akan melibatkan perwakilan dinas dan petani sebagai calon operator drone.
“Kami diundang oleh penyedia untuk mengikuti pelatihan agar penggunaan drone bisa maksimal,” kata Risvandika. (u1)