Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Meski Konflik Iran, AS, dan Israel Memanas
Tim TribunStyle March 26, 2026 10:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM -- Pertamina akhirnya memberikan penjelasan terkait kondisi stok Bahan Bakar Minyak nasional di tengah memanasnya konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang disebut telah berlangsung hampir satu bulan. Situasi geopolitik tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan terganggunya pasokan energi di dalam negeri.

Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi, menyampaikan kondisi terbaru pasokan energi nasional usai melakukan pertemuan silaturahmi di kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026). Dalam keterangannya, Hasan menegaskan bahwa distribusi energi nasional hingga saat ini masih berjalan sesuai kebijakan pemerintah.

Menurut Hasan Nasbi, Pertamina sebagai pelaksana tetap mengikuti arahan pemerintah dalam menjaga kestabilan distribusi bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia. Ia memastikan stok BBM nasional saat ini masih berada dalam kategori aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setidaknya hingga 20 hari ke depan.

Meski demikian, Hasan mengakui gejolak di kawasan Timur Tengah turut berdampak terhadap harga minyak dunia yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Namun sampai saat ini pemerintah disebut belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM di tingkat konsumen.

STOK BBM NASIONAL AMAN - Komisaris Pertamina Hasan Nasbi menyampaikan kondisi cadangan bahan bakar minyak nasional usai bertemu Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, di tengah gejolak konflik Timur Tengah. (Instagram)

"Pemerintah selalu mengupayakan antisipasi jauh-jauh hari, jadi masyarakat tidak perlu panic buying," imbau Hasan Nasbi sebagaimana dikutip dari TribunSolo.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan tekanan pasokan global, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah solusi jangka pendek untuk menjaga konsumsi energi tetap terkendali. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah kemungkinan penerapan kembali skema work from home bagi beberapa sektor pekerjaan guna mengurangi penggunaan bahan bakar harian.

Baca juga: Beda Jauh dengan Indonesia, Harga Bensin di Iran Hanya Rp 500 Per Liter, Jadi BBM Termurah di Dunia

Selain langkah penghematan konsumsi, Pertamina juga mulai menjajaki peluang diversifikasi impor BBM. Selama ini sebagian besar pasokan energi Indonesia bergantung pada kawasan Timur Tengah, sehingga perusahaan mulai mempertimbangkan alternatif sumber baru.

Wilayah Afrika dan Amerika Serikat disebut menjadi target utama untuk sumber pasokan energi alternatif di masa mendatang. Strategi tersebut diambil sebagai bentuk mitigasi apabila ketegangan global terus berlangsung dan berdampak pada rantai pasok energi internasional.

Langkah ini juga dilakukan dengan melihat kondisi di sejumlah negara lain, termasuk India, yang mulai menghadapi fenomena panic buying akibat kekhawatiran terhadap cadangan energi dunia. Pemerintah Indonesia berharap mitigasi yang dilakukan sejak awal dapat mencegah terjadinya gangguan serius terhadap pasokan BBM nasional.

Hasan Nasbi menilai dengan strategi distribusi yang terukur dan diversifikasi sumber energi, risiko krisis energi di Indonesia dapat ditekan sehingga masyarakat tetap memperoleh pasokan BBM secara stabil. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.