Sosok Meylicia, Penatua Pemuda GMIM Walinouw Tumaluntung, Ajak Generasi Muda Aktif Layani Tuhan
Rizali Posumah March 26, 2026 10:46 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok inspiratif datang dari kalangan anak muda Kristen di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Meylicia Vinolitha, seorang Penatua Pemuda di jemaat GMIM Walinouw Tumaluntung, wilayah Minawerot Satu, menjadi perhatian karena dedikasinya dalam menggerakkan generasi muda untuk semakin aktif dalam pelayanan gereja dan kehidupan rohani.

GMIM adalah singkatan dari Gereja Masehi Injili di Minahasa.

Merupakan salah satu gereja Protestan terbesar di Indonesia yang berpusat di Sulawesi Utara.

Gereja ini merupakan bagian dari keluarga gereja-gereja Reformasi dan beraliran Calvinisme

Sebagai Penatua Pemuda, Meylicia dikenal aktif membina, mendampingi, serta menginspirasi anak-anak muda di lingkungannya. 

Dengan pendekatan yang hangat dan relevan dengan kehidupan generasi saat ini, ia berhasil membangun semangat kebersamaan dan pelayanan di kalangan pemuda gereja.

Dalam berbagai kesempatan, Meylicia mengajak anak muda untuk tidak hanya menjadi jemaat yang pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan. 

Menurutnya, masa muda adalah waktu terbaik untuk bertumbuh dalam iman sekaligus memberi dampak positif bagi sesama.

“Kenapa anak muda harus melayani Tuhan karena melayani Tuhan di masa muda akan membimbing kita ke jalan yang benar. Sama seperti Amsal 22:6 katakan “Didiklah anak muda sejak dini, maka ia tidak akan menyimpang dari jalan itu sampai ia tua.” 

Tujuan utama melayani Tuhan adalah memuliakan-Nya, sebagai bentuk pengabdian tulus, kasih, dan ungkapan syukur atas keselamatan serta anugerah yang diterima.

Pelayanan bertujuan menjadi berkat bagi sesama, memperkenalkan Kristus, serta membawa kedamaian dan pertumbuhan,” tutur cewek yang bercita-cita menjadi advokat hebat ini.

Cewek kelahiran Sidangoli, Halmahera Barat, Maluku Utara, 6 Mei 1999, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan rohani dan aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan pergaulan. 

Meylicia percaya bahwa menjadi anak muda Kristen bukan berarti membatasi diri, melainkan justru menjadi terang di tengah lingkungan.

“Jangan tunggu sempurna untuk melayani. Justru lewat pelayanan, kita diproses dan dibentuk,” pesannya.

Meylicia berharap semakin banyak anak muda yang berani mengambil bagian dalam pelayanan.

“Harapan untuk anak muda agar supaya melayani dengan tulus, bukan untuk mencari pujian, melainkan untuk memuliakan Tuhan dalam segala hal, baik di sekolah, kampus, tempat kerja dan dimanasaja pergi dan kita berada," terang dia.

Dirinya pun mengingatkan bahwa hidup ini hanya sekali. Maka lakukan yang terbaik untuk Tuhan.

"Karena hidup hanya sekali, mari lakukan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan, jangan sia"kan kesempatan yang masi ada,” pungkasnya.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.