Pemilik Dapur MBG Cimahi Hendrik Irawan Klarifikasi Pendapatan Rp6 Juta
Tim TribunStyle March 26, 2026 11:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM -- Nama Hendrik Irawan kembali menjadi sorotan publik setelah videonya mengenai pendapatan dari program Makanan Bergizi Gratis ramai diperbincangkan di media sosial. Pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Cimahi itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya tentang pendapatan Rp6 juta per hari memicu beragam komentar dari netizen.

Kontroversi bermula ketika Hendrik Irawan mengunggah konten yang menyinggung soal insentif harian dari program MBG. Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial hingga memunculkan kritik, termasuk tudingan bahwa dana tersebut diambil dari porsi makanan anak-anak penerima program.

Menanggapi polemik yang berkembang, Hendrik Irawan menegaskan bahwa nominal Rp6 juta yang diterimanya merupakan insentif resmi yang diberikan pemerintah kepada mitra pengelola dapur MBG, bukan berasal dari anggaran makanan penerima manfaat.

"Saya memohon maaf kepada netizen untuk huru hara yang terjadi di social media, saya akan menjelaskan intensif yang saya dapatkan itu dari mana asalnya," ungkap Hendrik Irawan.

SPPG DISUSPEND BGN - Hendrik Irawan, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pangauban Batujajar, saat memberikan klarifikasi terkait penutupan sementara dapur MBG miliknya usai video joget di area dapur viral di media sosial, Rabu (25/3/2026). (Kolase Tribun Bogor/Tiktok)

Ia menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada mitra yang telah menyiapkan fasilitas dapur sesuai standar program pemerintah.

"Insentif Rp6 juta perhari itu bukan kami ambil dari jatah anak-anak. Itu diambil dari insentif yang sudah bapak presiden berikan kepada kami," pungkas Hendrik.

Menurut Hendrik Irawan, pembangunan dapur MBG yang dikelolanya dilakukan dengan modal pribadi tanpa menggunakan dana pembangunan dari pemerintah. Ia menyebut lokasi dapur yang dibangun memiliki luas hampir 1.000 meter persegi.

"Karena kami membangun dapur yang pertama ini luas tanahnya hampir 1000 meter, kami bangun pakai uang saya sendiri. Perlu diketahui, saya membangun SPPG itu dari tanah kosong, saya bangun tidak serta merta memakai uang pemerintah. Dari pemerintah, berkolaborasi untuk mitra membangun SPPG. Alhamdulillah uang Rp6 juta itu hanya untuk pengganti selama program ini berjalan," ujar Hendrik.

Lebih lanjut, ia mengaku total modal yang dikeluarkan mencapai Rp3,5 miliar untuk mendukung program tersebut.

Baca juga: Hendrik Irawan Disuspend BGN, SPPG Pangauban Ditutup Sementara Usai Video Joget Viral

"Uang Rp6 juta itu bukan cuma-cuma, saya mengeluarkan uang Rp3,5 m itu untuk SPPG program pak Prabowo. Dari bapak Prabowo mengapresiasi bahwa saya mampu untuk membangun dapur," imbuh Hendrik.

Ia juga menjelaskan bahwa insentif tersebut tidak dihitung penuh selama satu bulan, melainkan hanya berdasarkan hari operasional program.

"Sampai sekarang kami belum balik modal karena Rp6 juta itu bukan dikali 30 hari, tapi Rp6 juta dikali 24 hari. Dan semua SPPG mendapatkan itu juga, bukan saya aja, tapi kenapa netizen menyerang saya saja," pungkas Hendrik.

Terkait konten joget yang sempat menuai kritik, Hendrik Irawan juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan kepada Prabowo Subianto.

"Kalau ada kata-kata yang menyakiti netizen, saya mohon maaf. Saya memohon maaf kepada bapak presiden Prabowo Subianto. Mungkin pak presiden merasa risih tentang statement joget-joget dengan program MBG. Di situ kami tidak melecehkan masyarakat, kami hanya membantu bapak Subianto," akui Hendrik.

Sebelumnya, Hendrik Irawan juga sempat menyampaikan rencana melaporkan sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan ulang videonya tanpa izin dan memicu hujatan terhadap dirinya.

"Ada dua akun yang saya laporkan. Ke satu, akun yang meng-up tanpa seizin saya, dan itu sudah masuk ke ranah hukum. Kedua, ada Instagram yang membabi buta, mencaci maki saya tanpa dasarnya ada bukti, itulah delik aduannya," kata Hendrik.

"Tanggal 26 saya akan resmi melaporkan, pertama yang meng-up tentang video saya yang saya mendapat insentif SPPG Rp6 juta, lalu salah saya di mana? dari jurnis BGN itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak menerima insentif Rp6 juta perhari. Si orang ini membuat narasi tidak baik, bahwa saya joget-joget menerima uang Rp6 juta," sambungnya. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.