Bupati Lombok Timur Pastikan Harga LPG 3 Kg Tetap Sesuai HET, Pasokan Ditambah Menjelang Lebaran
Idham Khalid March 27, 2026 02:22 AM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan tidak ada kenaikan harga LPG 3 kilogram di luar ketentuan HET (harga eceran tertinggi).

Meski begitu, ia mengakui adanya sedikit kesulitan masyarakat dalam mendapatkan tabung gas, yang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan di bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Tidak ada kelangkaan dan harga LPG tetap sesuai HET, kalau pun terjadi pemanfaatan yang sedikit berlebih kemarin, itu akibat dari tingginya pemakaian di bulan Ramadan menjelang Idul Fitri,” ujar Warisin, Rabu (25/3/2026).

Selain tingginya konsumsi, mobilitas masyarakat yang merantau dan kembali ke kampung halaman juga berdampak pada ketersediaan LPG. Meskipun Pertamina telah menambah pasokan, Bupati meminta masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan.

Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, memastikan stok LPG di depot maupun agen dalam kondisi aman. Di wilayah Lombok, penyaluran harian mencapai 35.000 tabung.

Khusus untuk kebutuhan hari raya, termasuk menjelang Lebaran Ketupat, Pertamina telah menyiapkan pasokan sebesar 250?ri alokasi harian. Hari ini sudah berjalan.

Contohnya di SPBU Sikur yang biasanya menyalurkan sekitar 50 metrik ton per hari, hari ini direncanakan 80 metrik ton.

“Mudah-mudahan siang atau sore ini distribusinya sudah selesai. Masyarakat bisa membeli di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina,” jelas Tommy.

Baca juga: Pemerintah Ungkap Penyebab Kelangkaan LPG di NTB, Pastikan Kondisi Kembali Normal

Pada Rabu (25/3/2026), distribusi tambahan sebanyak 17.900 tabung LPG 3 kg akan disebarkan ke seluruh wilayah Lombok Timur. Dengan tambahan tersebut, total pasokan di wilayah ini akan mencapai sekitar 50 ribu tabung, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan.

Namun, beberapa warga mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kg. Solihan (45) mengeluhkan kelangkaan sejak beberapa hari sebelum Lebaran.

“Dari sebelum lebaran sudah langka, sekitar tiga atau empat hari sebelum lebaran tidak ada di pangkalan hingga pengecer. Mau pakai gas 12 kg harganya mahal, sementara untuk Lebaran kan masaknya banyak,” ungkapnya.

Kusuma, warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, juga mengaku kesulitan menemukan tabung gas subsidi 3 kg.

“Dari sebelum lebaran sampai hari ini saya cari hingga ke pangkalan di Kecamatan Wanasaba saya cari tidak ada tong gas subsidi 3kg,” katanya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.