Selamat! Vatican News Sediakan Bahasa Indonesia Untuk Berita Takhta Suci, Proses Sejak 2024 Berhasil
Tommy Simatupang March 27, 2026 02:27 AM

Penggunaan bahasa Indonesia dalam Vatican News terjalin dalam acara inagurasi kerja sama. 

Duta Besar RI untuk Takhta Suci, vatikan, Michael Trias Kuncahyono mengatakan bahwa kerja sama ini hasil proses diplomasi mulai 2024. 

Bahasa Indonesia menjadi bahasa pertam dari Asia Tenggara untuk portal Vatican News. 

"Momentum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Katolik di Indonesia..” kata Michael Trias Kuncahyono.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Dr. Paolo Ruffini.

Mgr. Didik yang juga Uskup Keuskupan Surabaya ini menyampaikan harapan agar kerja sama antara KWI dan Dikasteri Komunikasi menjadi saluran berkat yang membawa kabar sukacita bagi seluruh umat dan warga bangsa Indonesia.

KerjasamaVaticannewsss
KERJA SAMA - Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi di Vatican News. Kerja sama ditandatangani oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (kedua dari kiri), dan Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci Vatikan Dr Paolo Ruffini (tengah) di Vatikan, Rabu (25/3/2026). Turut hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono (keempat dari kanan).

Bersama dengan Radio Vatikan, L’Osservatore Romano (surat kabar harian Vatican), dan Vatican Media, portal ini berkomunikasi dan berinteraksi melalui audio, video, teks, dan gambar pada platform multibahasa, multibudaya, multi saluran, multimedia, dan multi perangkat.

Ruffini menegaskan bahwa sambutan hangat dan antusiasme yang besar dari masyarakat Indonesia saat
kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia tahun 2024 menjadi semangat bagi mereka untuk mewujudkan kerja sama ini 

Kata Ruffini, kerja sama ini merupakan sebuah wujud nyata dari hubungan diplomatik Indonesia dan Takhta Suci yang telah berjalan selama 75 tahun pada 2025.

Sejarah mencatat bahwa Takhta Suci merupakan negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947, dengan mengirimkan delegasi Apostolik yang memberikan dukungan bagi kaum muda di Indonesia.

"Impian kami adalah menciptakan platform di mana komunitas Katolik di seluruh dunia terhubung sepenuhnya, memungkinkan mereka untuk berbagi tidak hanya teks, gambar, dan audio secara real-time, tetapi juga pengalaman hidup Gereja, dimana pun mereka berada.” ungkap Ruffini.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini diyakini akan mendorong inklusivitas, memperkuat komunikasi pastoral, dan menumbuhkan rasa keterkaitan yang lebih dalam antara Vatikan dan umat beriman
setempat.

Dubes RI menekankan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah pembuka untuk pencapaian yang lebih besar di masa mendatang. Diharapkan agar komite Komunikasi Sosial KWI dan Dikasteri Komunikasi dapat terus memberikan dedikasi dan dukungan bagi eksekusi kerja sama ini kedepannya. 

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.