Baju yang Dipakai Meleleh, Andrie Yunus Ternyata Disiram Cairan Asam, Luka Bisa Pulih dalam 2 Tahun
ninda iswara March 27, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Saurlin Siagian, mengajak publik untuk lebih cermat dalam menyebut cairan yang digunakan dalam insiden penyiraman terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Ia menekankan penggunaan istilah “zat kimia asam kuat” agar tidak menimbulkan kekeliruan pemahaman.

Penegasan ini disampaikan setelah pihak Komnas HAM berdialog langsung dengan tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang menangani luka bakar Andrie akibat kejadian pada 12 Maret 2026.

“Kami berkesempatan berbicara dengan dokter-dokter spesialis yang menangani dan juga manajemen RSCM. Pertama, luka bakar akibat disiram zat kimia asam kuat,” ujar Saurlin di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).

Menurut Saurlin, istilah “zat kimia asam kuat” dinilai lebih tepat karena selama ini masyarakat kerap menggunakan istilah “air keras” secara umum untuk berbagai jenis bahan korosif.

Baca juga: TAUD Desak Negara Bongkar Otak Peneror Andrie Yunus, Pencopotan Kabais TNI Duga Ada Kesan Menutupi

Padahal, tidak semua cairan tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan asam kuat.

“Jadi mungkin ini adalah istilah yang bisa resmi kita pakai bersama-sama untuk publik ya. Kalau selama ini kan banyak istilah lain ya, disiram air keras dan lain sebagainya,” lanjut dia.

Di sisi lain, fokus penanganan medis kini diarahkan pada proses pemulihan Andrie dalam jangka menengah.

Tim dokter memperkirakan masa pemulihan intensif akan berlangsung selama enam bulan ke depan, termasuk sejumlah tindakan operasi yang telah dijadwalkan.

Berdasarkan keterangan medis, luka bakar yang dialami Andrie mencapai sekitar 20 persen dari tubuhnya. Meski demikian, proses pemulihan total diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua tahun.

“Kemudian, kami mendapat konfirmasi bahwa pembiayaan alhamdulillah di-cover oleh BPJS,” tambah Saurlin.

Pada Kamis tersebut, Saurlin hadir bersama Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi serta Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.

Mereka bertemu dengan pimpinan RSCM dan tim dokter untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi Andrie sejak awal perawatan hingga perkembangan terkini.

Pertemuan itu juga menyoroti berbagai dampak yang mungkin dialami korban, baik dalam jangka pendek maupun panjang, termasuk aspek fisik dan psikologis.

“Baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang, mungkin dari sisi fisik maupun psikis yang mungkin dialami,” ujar Pramono.

Baca juga: Kejanggalan Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais TNI Imbas Andrie Yunus, Usman Hamid: Apa Perannya?

KORBAN PENYIRAMAN AIR KERAS - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat usai menghadiri kegiatan diskusi di kantor YLBHI, Kamis (12/3/2026) malam.
KORBAN PENYIRAMAN AIR KERAS - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di Jakarta Pusat usai menghadiri kegiatan diskusi di kantor YLBHI, Kamis (12/3/2026) malam. (Tribunnews Bogor/Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Kronologi Penyiraman

Sebelumnya, insiden penyiraman terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Ia diduga diserang oleh dua orang tidak dikenal saat dalam perjalanan pulang.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat.

Podcast tersebut bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah itu, Andrie sempat mengisi bahan bakar di wilayah Cikini sebelum menuju mess KontraS di kawasan Talang, Menteng.

Saat melintas di Jalan Salemba I sekitar pukul 23.37 WIB, dua pria berboncengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan.

Pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat. Pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru dan helm hitam, sementara pelaku yang dibonceng memakai penutup wajah hitam, kaus biru tua, serta celana panjang.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga sebagai zat kimia asam kuat ke arah Andrie.

Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor. Warga sekitar langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Pakaian yang dikenakan korban dilaporkan meleleh akibat cairan tersebut, sehingga ia segera melepaskannya.

Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya dan sempat menjatuhkan gelas berbahan stainless steel.

Dalam kondisi terluka, Andrie berusaha kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa oleh rekan-rekannya ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.