75 Ribu Jamaah Diprediksi Hadiri Haul Guru Tua ke-58 di Kota Palu
Lisna Ali March 27, 2026 09:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Pengurus Besar (PB) Alkhairaat memastikan pelaksanaan Haul Akbar ke-58 pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, siap digelar di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu.

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung PB Alkhairaat, Jl Sis Aljufri, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kamis (26/3/2026) sore.

Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaludin Mariadjang, menegaskan peringatan Haul Guru Tua bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi memiliki nilai historis dan kultural dalam perjalanan bangsa.

“Guru Tua yang kita peringati bukan hanya sosok pribadi, tapi sosok yang berperan luas dan mendasar dalam alur bangsa ini. Ini historis kultural, perannya begitu penting dalam sejarah bangsa,” ujarnya di hadapan awak media.

Ia menyebut, peringatan Haul telah menjadi agenda tahunan yang melekat dengan masyarakat dan terus dilaksanakan secara kelembagaan oleh PB Alkhairaat.

Menurutnya, sosok Guru Tua tidak dapat dipisahkan dari umat.

“Di sinilah kemudian sulit dipisahkan sosok Guru Tua dengan masyarakat. Ketika memperingati Guru Tua maka hadirlah masyarakat,” katanya.

Baca juga: Agenda Haul Guru Tua ke-58 Ditetapkan 1 April 2026 di Palu, Simak Rundown Kegiatan

Puncak Haul dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026, yang didahului rangkaian kegiatan Raudhah berupa festival seni budaya Islam.

Kegiatan tersebut akan menampilkan karya dan kreativitas umat Islam, khususnya dari Alkhairaat.

“Raudhah itu adalah kegiatan yang menampilkan karya-karya dari umat Islam, Alkhairaat khususnya, yang akan dipertunjukkan dan dipamerkan dalam bentuk Festival Seni Budaya Islam,” jelas Jamaludin.

Selain itu, terdapat pula kegiatan Rauha yang diisi dengan pembacaan kitab gundul oleh santri serta tahlil dan yasinan pada malam hari.

Pada hari puncak, panitia akan menggelar seremoni yang menghadirkan berbagai kalangan, termasuk lintas agama yang ingin mengenal sejarah perjuangan Guru Tua.

“Acara seremoni Haul menghadirkan orang yang sangat beragam, bahkan dari kelompok agama juga akan ada di sana,” ujarnya.

Panitia juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan mengingat jumlah jamaah yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Jamaludin menegaskan, dukungan tersebut untuk memastikan kelancaran kegiatan tanpa mengurangi kekhidmatan acara.

“Kita telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Ini tidak berarti mengganggu sakralitas acara, tapi karena melibatkan orang banyak,” katanya.

Baca juga: Ketua Panitia Haul Guru Tua Bantah Klaim Kesepakatan Pembagian Acara

Sementara itu, Panglima Garda Alkhairaat, Husen Habibu, menyebut Haul tahun ini menjadi momentum silaturahmi akbar bagi keluarga besar Alkhairaat dan simpatisan dari berbagai daerah.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 75 ribu jamaah dari seluruh penjuru Indonesia.

“Silaturahim akbar, baik yang pernah belajar di Alkhairaat maupun simpatisan, yang insya Allah akan dihadiri 75 ribu orang dari seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah pejabat negara dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Insya Allah akan dihadiri beberapa menteri, yang telah mengonfirmasi, ada Menteri Sosial, Menteri ATR, Menteri Agama, Menteri UMKM, Menteri Kebudayaan, dan beberapa gubernur dari kawasan timur Indonesia,” kata Husen.(*)

Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.