POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memprediksi hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada periode arus balik lebaran sepekan ke depan, 27 Maret- 02 April 2026.
Berdasarkan Prediksi BMKG, dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.
Dalam rilis terbarunya, BMKG menyebut berdasarkan hasil analisis cuaca menunjukkan nilai SOI yang teramati sebesar +14.2 menunjukkan La Nina lemah sehingga berpengaruh dalam peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Selain itu, analisis regional berdasarkan anomali OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator mengindikasikan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Sumatra bagian utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Pesisir Timur Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafuru, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor, Laut Maluku, Laut Seram, Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.
Baca juga: Update Cuaca NTT Hari Ini Jumat 27 Maret 2026: BMKG Prediksi: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan
Peningkatan aktivitas konvektif tersebut diprakirakan diperkuat oleh aktifnya MJO secara spasial pada 27-28 Maret 2026, gangguan fenomena MJO secara spasial diprakirakan aktif di wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Nias, Laut Arafuru, sebagian besar Pulau Papua dan Perairan utara utara Papua.
Kombinasi fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan curah hujan, terutama di beberapa wilayah perairan dan daratan Indonesia.
Di sisi lain, BMKG menyebut, Siklon Tropis Narelle yang terpantau aktif kembali di Samudra Hindia barat laut Australia masih memberikan pengaruh tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di Indonesia, terutama meningkatkan potensi curah hujan sedang – lebat di wilayah Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan muncul di Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Banten, Papua bagian Selatan.
Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Hindia Barat Aceh hingga Sumatra Utara, Samudra Hindia Barat Daya Banten hingga Jawa Barat, dari Laut Arafuru hingga Papua Tengah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa NTT, Operasional Penerbangan di Bandara DC Saudale Tetap Normal
Labilitas atmosfer lokal yang kuat juga masih terpantau di beberapa wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan sehingga berpotensi mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan dan cuaca signifikan di sejumlah wilayah.
Kondisi ini tentu saja memberikan pengaruh terhadap aktivitas masyarakat, khususnya selama periode arus balik lebaran.
Berikut Prediksi Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 27 – 29 Maret 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): DK Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan.
Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa NTT, Operasional Penerbangan di Bandara DC Saudale Tetap Normal
Periode 30 Maret – 02 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Barat dan Papua Pegunungan.
Angin Kencang: Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur
Imbauan BMKG
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengendara kendaraan bermotor terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan/atau petir serta angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan selama periode libur lebaran.
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.
Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri. (*)