Renungan Harian Katolik Jumat 27 Maret 2026, "Iri Hati Tanda Orang Sakit"
Eflin Rote March 27, 2026 10:39 AM

Renungan Harian Katolik
Jumat 27 Maret 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
IRI HATI TANDA ORANG SAKIT: LUPA RAWAT HATI - LALAI MENUTRISI JIWA
(Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a.3bc-4.5-6.7; Yoh. 10:31-42)

"Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku." (Yoh. 10:37)

Penyakit orang sakit  spiritual ialah iri hati, fitnah, dendam dan melakukan banyak hal buruk lainnya dalam hidupnya. Sebaliknya orang yang sehat secara rohani, merawat hati dengan Sabda Tuhan dan memberi makan jiwanya dengan Tubuh Darah Tuhan.

Dalam tangan Tuhan, orang benar memang diuji, namun tetap dijaga. Orang benar hidup dalam sukacita karena percaya bahwa Tuhan selalu memberi ruang dan kesempatan baru untuk bertumbuh dalam iman, harapan dan kasih setiap hari. 

Hidup dalam ketidakbenaran, kehilangan harapan menggapai sukacita sejati dalam hidup. Yesus adalah harapan umat manusia yang mendambakan kepenuhan sukacita dalam hidupnya.

Menolak Yesus berarti memastikan hidup dalam harapan hampa dan ketiadaan kasih tak terbatas dari Tuhan. 

Orang-orang Yahudi yang keras dan tegar-tengkuk menolak Yesus sungguh -sungguh kehilangan rahmat istimewa dari Allah bagi mereka. Karena itu baik Yesus maupun pekerjaan-Nya tidak dipercayai oleh mereka.

Padahal Yesus terus membuktikan Diri sebagai Anak Allah melalui pekerjaan-pekerjaan-Nya. Pekerjaan Yesus selain mengajar, membuat tanda-tanda heran dan melakukan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan untuk memberi kesaksian bahwa Ia Mesias - Anak Allah dan Kerajaan Allah ada dalam Diri-Nya.

Apa yang Yesus lakukan adalah untuk metawat hati dan menutrisi jiwa yang merana. Orang beriman  harus menyadarinya dengan pemahaman yang murni agar tidak hidup dalam ilusi spiritual hampa akan keselamatan itu.

Orang sakit rohani yang hanya melakukakan hal-hal kejam seperti fitnah, dendam dan iri hati akan mendapat hukuman sebagai upahnya.

Yeremia menegaskan bahwa orang jahat akan mendapat balasan penghukuman, sementara orang baik memperoleh pahala pada-Nya. "Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat." (Yer. 10:17).

Jeritan orang susah dan menderita didengar oleh Tuhan. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong.

Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya." (Mzm. 18:7). 

Dengan kekuatan Tuhan yang nendrita untuk menebus dosa-dosa kita, kita berkomitmen untuk erat bersstu dengan Dia sebagai Putra Tunggal Allah.

Saling buat susah kita hindari. Kita hidup sebagai orang beriman benar, saling menghargai dan menopang dalam membangun hidup.

Iri hati dan fitnah meruntuhkan kebersamaan  dan menjauhkan kita dari berkat Tuhan. Hidup dalam kasih karunia Allah menyempurnakan sukacita dalam hidup kita. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Jumat/Pekan V Prpaskah/A/II, 270326)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.