Pihak Dokter Tifa Sebut Diundang ke Rumah Jokowi hingga Diminta Ajukan RJ
Yuni Astuti March 27, 2026 12:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Disebut akan ajukan restorative justice soal kasus ijazah Jokowi, pihak dokter Tifa pun angkat bicara.

Baru-baru ini beredar isu jika dokter Tifa akan mengajukan RJ ke Jokowi.

Hal ini pertama kali diungkap oleh ketua umum Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan.

Andi Azwan menilai menghilangnya dokter Tifa beberapa waktu lalu doi media sosial, membuat dirinya menilai jika dokter Tifa akan mengajukan RJ sama seperti Rismon Sianipar.

Namun pernyataan ini langsung dibantah oleh pihak dokter Tifa.

Dia menyebut, isu dirinya meminta RJ terus digencarkan oleh kubu Jokowi.

"Isu yang terakhir itu (RJ) di-blow up berkali-kali bahwa Dokter Tifa sedang approach untuk restorative justice meninggalkan Roy Suryo. Saya klarifikasi bahwa itu tidak betul," katanya dalam konferensi pers di Rumah Makan Larazetta di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).

Pada kesempatan yang sama, pengacara Dokter Tifa, Abdullah Alkatiri, juga membantah terkait isu kliennya mengajukan RJ.

Bahkan, ia mengeklaim bahwa pihak Jokowi yang justru terus mendorong Dokter Tifa untuk mengajukan RJ.

Alkatiri juga menyebut adanya undangan agar menemui Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, terkait pengajuan RJ pada 29 Januari 2026.

"Kami juga di-approach oleh mereka, 'udahlah ke Solo (ke kediaman Jokowi)'. Kita itu diundang ke Solo, bukan kita yang berinisiatif untuk ke sana," ujarnya.

Baca juga: Roy Suryo Langsung Bantah Chat yang Beredar Dokter Tifa Minta RJ ke Jokowi Ini Modus Termul

Beredar Chat Dokter Tifa Ajukan RJ

Baru-baru ini beredar chat diduga dokter Tifa yang meminta restorative justice (rj) ke Jokowi.

Beredarnya chat ini cukup menuai perhatian berbagai pihak, apalagi di media sosial.

Namun beredarnya chat tersebut langsung dibantah oleh Roy Suryo dan menyebut bahwa itu merupakan penipuan.

Berdasarkan tangkapan layar dan rilis pers yang diterima Tribunnews.com pada Jumat (27/3/2026), orang yang mencatut nama Dokter Tifa dan meminta untuk difasilitasi pergi ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah untuk mengajukan restorative justice.

Adapun chat tersebut, ditujukan kepada orang yang diduga adalah Ketua Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan.

"Bantu fasilitas saya berkunjung ke kediaman Pak Jokowi, Bang Andi, dalam rangka silaturahmi Idul Fitri," demikian isi chat tersebut.

Roy Suryo menegaskan, chat tersebut tidak dituliskan oleh Dokter Tifa dan dipastikan palsu.

Dia menuding bahwa chat itu dilakukan oleh kelompok bernama Ternak si Mul (Termul).

Termul merupakan istilah yang kerap ditujukan kepada kelompok yang diduga adalah pembela Jokowi.

Istilah tersebut pertama kali disampaikan oleh Dokter Tifa melalui cuitannya di akun X pribadi pada 18 Mei 2025 lalu.

Roy Suryo juga menyebut bahwa beredarnya chat tersebut menjadi upaya adu domba.

"Ini modus yang dipakai oleh Termul dalam aksinya memecah belah rakyat Indonesia selama ini," katanya.

"Mereka yang membuat WA palsu mengatasnamakan 'Dokter Tifa' tersebut, mengirim sesama mereka, kemudian mengirimkannya ke salah satu PH (penasihat hukum) Tifa, seolah-olah bertanya," sambung Roy.

Dia juga menegaskan, nomor WhatsApp tersebut bukanlah milik Dokter Tifa karena menurutnya, nomor tersebut baru saja dibeli dan diaktifkan.

"Nomor WA yang digunakan adalah bukan nomor WA milik Dokter Tifa, bahkan nomor prabayar tersebut baru dibeli dan diaktifkan belum lama, di-register atas nama orang lain dan bisa dicek CDRI (Call Data Record Information)-nya tidak ada kaitan atau kontak sama sekali dengan Dokter Tifa, para PH-nya, bahkan circle (orang terdekat) yang bersangkutan sama sekali," bebernya.

Namun, dia menegaskan, hal tersebut tidak membuat pihaknya berubah haluan dan menyatakan ijazah Jokowi asli.

"Kesimpulannya, perjuangan melawan kebohongan dan kepalsuan ijazah palsu 99,9 persen Jokowi ini memang masih panjang," tuturnya.

Andi Azwan Yakin dr Tifa Ajukan RJ

Baru-baru ini dokter Tifa dirumorkan menghilang dari media sosial usai Rismon Sianpiar mengajukan restorative justice (rj) kasus ijazah Jokowi.

Menghilangnya dokter Tifa ini mejadi pertanyaan berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan.

Andi Azwan mengatakan jika Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa akan mengikuti langkah seperti Rismon.

Menurut Andi, semenjak Rismon mengajukan RJ, dr Tifa justru menghilang dari media.

"Tiba-tiba dia menghilang dari medsos, menghilang dari media mainstream dan saya ingat waktu di Catatan Demokrasi salah satu pembicaranya mestinya itu adalah dokter Tifa, akhirnya diganti oleh salah satu dari penasihat hukumnya yaitu Bang Petrus Selestinus," paparnya, Rabu (25/3/2026), dikutip dari YouTube Catatan Andi Azwan.

Hal tersebut, kata Andi, lantas menimbulkan pertanyaan karena Rismon juga melakukan hal yang sama sebelum mengajukan RJ.

"ketika Rismon mengajukan RJ itu juga melakukan hal yang sama, Rismon tidak mau tampil di televisi, tidak mau tampil di podcast dan menghilang seperti itu."

"Terakhir kan bertemu dengan saya di Metro TV pada saat itu melalui Zoom, itu terakhir saya bertemu dengan dia, jadi awal bulan pada saat itu," kata Andi.

Oleh karena itu, Andi pun berkeyakinan dr Tifa akan melakukan hal yang sama dan sekarang ini sedang berkontemplasi.

Andi juga mengatakan bahwa ada yang menghubunginya untuk meminta RJ, tetapi dia tidak menyebutkan rinci siapa sosok tersebut.

"Saya masih belum yakin apakah ini merupakan permintaan atau hanya main-main saja atau menjebak saya seperti jebakan Batman," ungkapnya.

Andi mengatakan, jika dr Tifa mengajukan RJ dan disetujui oleh Jokowi, maka dia akan bebas dari status tersangka karena sebelumnya tidak pernah terjerat kasus hukum lain.

Jika demikian, maka nasib dr Tifa akan seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

Eggi dan Damai merupakan tersangka kasus ijazah klaster kedua pertama yang status tersangkanya telah dicabut setelah mereka mengajukan RJ kepada Jokowi.

"Kalau dr Tifa ini dia mengajukan RJ kemudian diterima RJ-nya oleh Pak Jokowi dan juga teman-teman yang lain, maka dia akan bebas, seperti Eggi Sudjana dengan SP3 karena tidak mempunyai laporan kepolisian dari pihak-pihak yang lain, pasti dia itu berpikir keras untuk itu," jelas Andi. 

Hal ini, kata Andi, akan berbeda dengan Rismon karena Ahli Digital Forensik itu masih akan menghadapi kasus lain meskipun RJ-nya nanti disetujui Jokowi.

Kasus lain yang dimaksud tersebut yakni terkait laporan ijazah S1 dan S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang dituding palsu.

"Kalau Rismon diterima RJ dan SP3, tapi dia masih menghadapi dilematis yaitu tentang kriminalnya," ujar Andi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.