Misteri 2 Pria Membusuk di Lantai 3 Masjid Miftahul Jannah Brebes, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang
muslimah March 27, 2026 02:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Jasad Iwantoro (29) dan Bambag Suherman (44) Warga Desa Pangaradan, Tanjung, Brebes, ditemukan di atap masjid.

Mayat keduanya ketahuan setelah warga melihat ada belatung yang berjatuhan.

Iwan dan Bambang sebelumnya lebih dahulu dilaporkan menghilang.

Keluarga sudah melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian. Mereka juga sudah membuat selebaran orang hilang.

Baca juga: Nasib Polisi yang Kejar Pemuda Brebes hingga Tewas Tabrak Tiang, Kapolres Pacitan Mohon Maaf

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Sabtu 28 Maret 2026 Besok, Hujan Petir di 11 Wilayah

HASIL VISUM - Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz. Polisi memastikan hasil visum penyebab dua pria tewas membusuk di atap Masjid Miftahul Jannah Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes karena tersengat aliran listrik PLN.
HASIL VISUM - Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz. Polisi memastikan hasil visum penyebab dua pria tewas membusuk di atap Masjid Miftahul Jannah Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes karena tersengat aliran listrik PLN. (TRIBUN JATENG/Wahyu Nur Kholik)

Polisi ahirnya mengungkap penyebab kematian dua pria yang ditemukan membusuk pada lantai 3 Masjid Miftahul Jannah Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes Jawa Tengah pada Rabu 25 Maret 2026.

Tersengat listrik

Ditemui di ruag kerjanya, Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Farid Nur Aziz mengatakan, jika terdapat luka bakar pada kedua korban di sekujur tubuh.

Kemudian ditemukan tanda-tanda pembusukan dengan estimasi waktu kematian 4-5 hari.

"Terkait dengan penemuan dua mayat orang laki-laki yang TKP nya di atas masjid, bahwa hasil visum pada kedua korban ini terdapat luka bakar di sekujur tubuh."

"Kami telah melakukan visum kemarin di RSUD, yang meyatakan hasilnya seperti itu," ujarnya pada Kamis (26/03/2026) sore.

Pihaknya juga memastikan, jika kematian korban bukan karena kekerasan melainkan tersengat aliran listrik PLN.

"Kemudian penyebab kematian adalah tersengat arus listrik."

"Bahwa di TKP tersebut, ada kabel listrik yang menjuntai pada lantai dak tersebut. Hal ini dikuatkan dengan saksi yang menemukan dua mayat tersebut," terangnya.

Keluarga ikhlas

Sementara Marhadi (37) sepupu korban menyebutkan, jika keluarga menerima atas musibah tersebut

"Kami menerima, yang jelas mungkin sudah takdir."

"Karena ya umur manusia itu tidak ada yang tahu, Alloh yang tahu," ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian usai pemakaman korban.

Keluarga mengaku menolak untuk dilakukan autopsi lantaran sudah ikhlas degan kejadian tersebut.

"Udah ikhlas, mau gimana lagi yang penting sudah dimakamkan," tandansya.

Kronologi kejadian

Keduanya yakni Iwantoro (29) dan Bambag Suherman (44) Warga Desa Pangaradan.

Kakak Sepupu salah satu korban, Marhadi (37) mengatakan, jika pada Jumat 20 Maret 2026 lalu dirinya sedang berada di lantai 3 masjid untuk memasang lampu list.

Korban Iwantoro yang tak lain adalah keponakannya kemudian menemuinya bersama temannya Suherman yang juga ditemukan membusuk bersama.

Keponakannya itu meminta ia untuk menemani ke rumah istrinya di Kecamatan Songgom.

"Awalnya pada hari Jumat Itu saya ada di atas masjid memasang lampu list dan keponakan saya naik kemudian minta tolong."

"Anterin saya kerumah isteri yang ada di Kecamatan Songgom," ujar Marhadi menirukan korban.

Karena sedang sibuk dengan pekerjaaanya, Marhadi kemudian menolak permintaan keponakannya itu.

"Kalo hari ini nggak bisa karena repot karena lagi banyak kerjaan," jawab Marhadi kepada korban.

Usai menolak permintaan keponakannya itu, Marhadi kemudian turun ke lantai dua untuk melajutkan pekerjaannya yang lain.

"Saya tau dia turun. Saya turun juga ke lantai dua pasang kipas angin, ngga tau kalau dia naik lagi," ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD Brebes.

Usai pertemuan tersebut, hingga larut malam kedua korban dilaporkan hilang dan tidak pulang kerumah.

Keesokan harinya, Sabtu 21 Maret 2026 atau bertepatan denga hari raya Idul Fitri, korban yang seharusnya berkumpul dengan keluarga juga tak kunjung pulang.

Keluarga memutuskan untuk melaporkan kehilangan anggota keluarganya itu ke Polsek Tanjung.

Keluarga bahkan menempelkan selebaran orang hilang hingga memposting kehilangan korban ke media sosial.

"Saat itu sempat dikabarkan hilang, habis Salat Id kakaknya bilang, Iwan kok ngga Pulang, ahirnya kita cari-cari semenjak hari Sabtu pas lebaran."

"Bahkan sempat laporan ke Polisi," ungkapnya.

Belatung berjatuhan

Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto mengatakan, awalnya warga itu melihat ada belatung berjatuhan dari atas pada bagian tempat wudlu putri. 

Warga tersebut langsung menemui marbot yang ada di messnya.

Warga tersebut kemudian meminta marbot untuk mengecek lantai 3.

"Marbot itu kemudian naik melihat ada mayat, di atas, ahirnya yang tadi laporan itu dikasih tahu, karena awalnya ngga mau naik."

"Ahirnya naik, kemudian woro-woro ke warga lain. Di atas itu mayatnya dua," tandansya.

Pantauan Tribunjateg.com di Kamar Jenazah RSUD Brebes, usai dilakukan autopsi jenazah kedua korban kemudian dibawa oleh ambulan ke rumah duka.

Rencananya, jenazah akan di makamkan pada Kamis 26 Maret 2026 pagi. (pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.