- Amerika Serikat mulai mempertimbangkan pengalihan pasokan senjata yang semula diperuntukkan bagi Ukraina ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan militer akibat perang melawan Iran sejak (28/2/2026).
Pembahasan tersebut dilakukan di internal Pentagon, yang menilai intensitas operasi militer dalam beberapa pekan terakhir telah menguras stok amunisi penting secara signifikan.
Dalam laporan terbaru, disebutkan bahwa Komando Pusat AS telah menyerang lebih dari 9.000 target dalam kurun waktu kurang dari empat minggu.
Tingginya frekuensi operasi ini membuat persediaan senjata canggih.
Khususnya sistem pertahanan udara, mengalami tekanan besar.
Beberapa sistem yang dipertimbangkan untuk dialihkan antara lain rudal pencegat Patriot dan THAAD.
Kedua sistem ini dinilai krusial untuk menghadapi ancaman rudal balistik dan drone, terutama dalam konflik di Timur Tengah.
Namun, sistem tersebut juga menjadi tulang punggung pertahanan Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia.
Selain itu, hampir seluruh amunisi pertahanan udara lainnya juga bergantung pada skema serupa.
Kondisi ini memunculkan dilema bagi Washington dalam menentukan prioritas distribusi senjata.
Sejumlah pejabat AS juga mulai mengalihkan sistem pertahanan dari kawasan Eropa dan Asia Timur ke wilayah operasi di Timur Tengah.
Hal ini menunjukkan urgensi untuk memperkuat pertahanan di kawasan tersebut.
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman