John Herdman Janji Timnas Indonesia Tampil Lebih Menyerang Saat Lawan St Kitts & Nevis
Muliadi Gani March 27, 2026 12:47 PM

 

PROHABA.CO, JAKARTA - Pelatih anyar timnas Indonesia John Herdman bersiap menandai era barunya bersama skuad Garuda dengan ambisi besar untuk menaikkan performa tim Merah Putih ke level yang lebih tinggi dalam FIFA Series 2026.

Pelatih asal Inggris ini yang resmi menjabat sejak Januari 2026 ini melihat potensi besar pada karakter masyarakat Indonesia yang ingin ia refleksikan ke dalam lapangan hijau sebagai identitas tim yang baru.

Timnas Indonesia bersiap menghadapi Saint Kitts & Nevis dalam lanjutan ajang FIFA Series yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi momen penting bagi skuad Garuda untuk menunjukkan perkembangan performa di bawah arahan pelatih baru, John Herdman.

Menjelang laga tersebut, Herdman memastikan kondisi para pemain berada dalam situasi optimal usai menjalani pemusatan latihan selama empat hari.

Ia menilai intensitas latihan berjalan sesuai rencana, dengan para pemain menunjukkan semangat serta antusiasme tinggi sejak hari pertama.

“Kami telah menjalani pemusatan latihan selama empat hari dengan intensitas yang baik.

Para pemain datang dengan semangat dan antusiasme tinggi,” ujar Herdman dalam konferensi pers di Media Center SUGBK, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa meskipun sudah cukup lama tim tidak bermain di stadion tersebut, semangat para pemain tetap terasa dan diyakini akan tercermin dalam performa di lapangan.

Baca juga: Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Maarten Paes Gabung Ajax, Ivar Jenner Tanpa Klub

Baca juga: John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Langsung Komunikasi dengan Jay Idzes dan Pemain Lainnya

Dari segi taktik, Herdman mengakui bahwa Timnas Indonesia sudah memiliki fondasi yang cukup kuat, khususnya di lini pertahanan.

Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama dalam pertandingan kali ini adalah meningkatkan efektivitas serangan dan transisi permainan.

Menurutnya, dalam sepak bola modern, keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi kunci utama.

Oleh karena itu, ia berupaya membenahi organisasi permainan agar tim mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan dan tidak mudah terbaca oleh lawan.

Herdman juga menekankan pentingnya memahami karakter setiap pemain.

Ia berupaya mengoptimalkan potensi sejumlah pemain kunci seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk, dengan menyesuaikan gaya permainan berdasarkan keunggulan masing-masing individu.

Selain itu, keputusan memanggil empat penjaga gawang dalam skuad menjadi bagian dari proses evaluasi awal tim.

Keempat kiper tersebut adalah Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi.

Herdman menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan kesempatan evaluasi menyeluruh, sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman antara pemain yang berkarier di liga top Eropa dengan pemain lokal.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas tim secara keseluruhan.

Laga melawan Saint Kitts & Nevis pun dipandang sebagai ujian awal bagi Timnas Indonesia di era baru kepelatihan.

Selain mengincar hasil positif, pertandingan ini juga menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana perkembangan tim dalam menerapkan strategi dan filosofi permainan yang diusung oleh pelatih anyar tersebut.

Baca juga: Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua

Baca juga: Anggota Polri Jadi Korban Pengeroyokan Debt Collector di Bali, Mobil Dirusak Usai Diteriaki Maling

Baca juga: Hasil Timnas Indonesia U22 Vs Mali: Garuda Muda Imbang 2-2, Mauro Zijlstra dan Struick Cetak Gol

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.