Kemarau Panjang Mengancam, DKPP Bantul Andalkan Ribuan Pompa Air
Hari Susmayanti March 27, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul telah mempersiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada beberapa waktu ke depan.

Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menyebut salah satu strategi yang disiapkan adalah menyiapkan pompa existing.

Pompa tersebut dapat menyuplai kebutuhan pengairanlahan pertanian di Bumi Projotamansari.

"Pompa existing yang telah dimiliki di Bantul itu jumlahnya sampai ribuan. Mungkin ada sekitar empat sampai lima ribu-an," katanya, Jumat (27/3/2026).

Tidak hanya itu saja, Joko menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, petani di Kabupaten Bantul akan mendapatkan bantuan sekitar 160 pompa air.

Bantuan itu nantinya akan dibagikan secara merata di sejumlah wilayah yang memang rawan terhadap bencana kekeringan.

Menurut Joko, pompa air menjadi salah satu strategi yang disiapkan oleh pemerintah daerah karena memang di wilayah Bantul memiliki banyak sumber air.

Nantinya, jika sudah memasuki musim kemarau panjang, para petani bisa memanfaatkan pompa air untuk mengairi lahan pertaniannya dengan mengambil air dari sumber-sumber yang ada.

"Jadi, penyaluran air dari sumber air itu bisa dinaikkan menggunakan pompa untuk menyirami sawah. Insyaallah, kalau kali atau aliran air itu masih ada air, lahan pertanian kita aman," jelasnya.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Tanggapi Keluhan Penumpang KA soal Penggalangan Dana untuk Disabilitas

Joko mengungkapkan, di wilayah Bantul setidaknya ada enam sungai yang bisa dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan air bagi lahan pertanian warga.

Di antaranya Sungai Winongo, Sungai Bedog, termasuk Sungai Opak.

"Kemudian, ada beberapa titik pertanian yang menggunakan sumur bor, sumur air dalam. Jadi, Insyaallah suplai air kita bisa mencukupi kebutuhan pertanian," terang Joko.

Selain strategi menyiapkan pompa air, sebagai upaya mencegah gagal panen saat musim kemarau panjang, kata Joko, Pemerintah juga mengimbau kepada para petani untuk menanam tanaman yang tidak butuh air banyak yakni tanaman hortikultura maupun padi dengan umur pendek. 

"Jadi dengan adanya potensi kemarau panjang, harapan kami petani tidak perlu bimbang. Petani tidak usah gabut. Silakan tanam sesuai dengan tanaman yang tidak membutuhkan suplai air banyak dan berumur pendek," ujarnya.

Pihaknya pun akan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui potensi cuaca yang resmi, sehingga diharapkan tidak terjadi gagal panen pada musim kemarau 2026.

"Dengan upaya-upaya itu, walau ada musim kemarau panjang kami harapkan tingkat kegagalan panen kecil atau minim," pinta Joko.(nei)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.