TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berdasarkan analisa citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan, BRIN dan Kementerian Lingkungan Hidup, pada periode Januari hingga Februari 2026 tercatat sudah 4.440,2 hektare lahan yang terbakar di Provinsi Riau.
Hal ini disampaikan, Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Jumat (27/3/2026).
Untuk periode Maret tentunya masih akan bertambah namun belum dihitung dari analisa citra.
"Masih berdasarkan laporan penanganan, akan dikonfirmasi dengan data citra pada 1 April nanti," ujarnya.
Menurut Ferdian, maraknya kebakaran lahan akhir-akhir ini bukan hanya terjadi di dalam negeri.
Negara Mekong area (Myanmar, Thailand, Vietnam) juga mengalami kejadian serupa, termasuk negara tetangga Malaysia.
"Kondisi ini mengkonfirmasi prediksi BMKG terkait adanya kemarau yang maju dan lebih panjang serta ancaman el nino di tahun ini," tambahnya.
Dilanjutkan Ferdian, hingga kini tim Manggala Agni masih berjibaku menangani Karhutla di sejumlah titik di Riau.
Baca juga: Ini Rincian Jumlah Titik Panas di Riau Pada 27 Maret, BMKG Pekanbaru Ingatkan Efek El Nino 2026
Baca juga: Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla di Dumai, BPBD Riau sebut Pemadaman Terus Dilakukan
Pada periode 1 Maret hingga saat ini, estimasi lapangan ada sekitar 1317,3 Ha lahan yang ditangani Manggala Agni dan masih terus berproses.
"Kita berharap banyak, apa yang saat ini dikerjakan Manggala Agni dan para pihak di daerah dapat mempercepat penanganan kebakaran dan bencana asap yang mengintai," tambahnya.
Berikut hasil operasi pemadaman darat kebakaran hutan dan lahan oleh Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera hari Rabu, 25 Maret 2026:
1. Kelurahan Mundam, Kec. Medang Kampai Kota Dumai dan Kel. Tanjung Palas, Kec. Dumai Timur, Kota Dumai.
Personel:3 Regu Daops Dumai,
1 Regu Daops PKU,
1 Regu Daops Siak
1 Regu Daops LBT
Api belum padam
2. Desa Tasik Betung, Kec. Sungai Mandau, Kabupaten Siak Status: SM Giam Siak Kecil Estimasi terbakar: 22 ha, Personel: 1 Regu MA Daops Siak bersama BBKSDA
Api belum padam
3. Desa Merempan Hilir
Kec. Mempura
Kabupaten Siak,
Personel:
1 regu MA Daops Siak
Belum padam
4. Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kab. Pelalawan
Status: APL
Personel: 1 Regu
Daops Rengat
Api belum padam
5. Desa Pulau Muda, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan Status: APL
Estimasi luas: 20 ha
Personel: 1 Regu Daops Rengat
mopping up
penyelesaian akhir
6. Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu.
Estimasi terbakar: 15 ha
Status: APL
Personel: 1 Regu Daops Rengat.
Api belum padam
7. Desa Teluk Beringin, Kec. Kuala Kampar, Kab. Pelalawan
Status : APL
Esti.terbakar : 53.3 ja
Personil : 1 Regu Daops Rengat
Belum pdam
8. Kel. Tanjung Riau Kec. Sekupang, Kota Batam
Status: HL
Personel: 1 Regu Daops Batam
Belum padam
9. Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kab. Bengkalis
Status : HPK
Personil: 1 Tim Daops Dumai
Belum padam
Sementara itu, Riau kembali menyumbang titik panas atau hotspot terbanyak di Sumatera, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru, dari 492 titik panas, hampir setengahnya berada di Riau, tepatnya 224 titik.
Iklim global akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mulai memengaruhi Riau.
Fenomena yang disebut el nino ini meningkatkan risiko kekeringan.
Disampaikan Koordinator Data dan Informasi, BMKG Pekanbaru, Bibin S, pada tahun ini kemarau diprediksi akan lebih panjang.
"Karena kemarau diprediksi lebih panjang, waspada peningkatan jumlah titik panas karena kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)