Cedera dan Hipotermia, Pendaki Asal Magetan Dievakuasi Tim SAR di Gunung Lawu Karanganyar
Ryantono Puji Santoso March 27, 2026 04:28 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pendaki Gunung Lawu via Cetho asal Kabupaten Magetan, Jatim, terpaksa dievakuasi turun dari Gunung Lawu, Kamis (26/3/2026) malam.

Seorang pendaki itu dievakuasi oleh relawan karena mengalami cedera dan hipotermia saat berada di pos IV jalur pendakian via Cetho.

Kalak BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan kejadian itu terjadi pukul 21.00 WIB.

"Kami mendapatkan laporan ada pendaki Gunung Lawu via Cetho yang mengalami cedera dan hipotermia di pos IV jalur pendakian via Cetho, sehingga kami melakukan evakuasi," kata Hendro, Jumat (27/3/2026).

Hendro menjelaskan, pendaki yang mengalami cedera dan hipotermia adalah Muhammad Arvan (16), warga Desa Mrahu, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jatim.

Survivor diketahui naik bersama enam temannya, Kamis (26/3/2026), dan berencana turun Jumat (27/3/2026).

JALUR NAIK LAWU. Petugas BPBD Kabupaten Karanganyar berada di pintu masuk pendakian gunung Lawu via Cetho, Jum'at (27/3/2026). Satu pendaki dievakuasi turun karena cedera.
JALUR NAIK LAWU. Petugas BPBD Kabupaten Karanganyar berada di pintu masuk pendakian gunung Lawu via Cetho, Jum'at (27/3/2026). Satu pendaki dievakuasi turun karena cedera. (TribunSolo.com/Istimewa)

Alami Kram di Kaki

Namun, pada Kamis, survivor mengalami cedera berupa kram di kaki dan hipotermia.

Salah satu anggota timnya turun ke bawah untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan ke basecamp.

Sehingga proses evakuasi baru dilakukan pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Ditemukan, Terselip Doa Sang Ibunda dari Tanah Suci

"Pagi ini, survivor baru dijemput oleh Tim BC Cetho dengan tiga tim SRU sejumlah 16 personel, dan alhamdulillah saat ini pendaki sudah terevakuasi dengan selamat dan dalam perjalanan turun menuju pos basecamp Cetho," kata dia.

Dia mengatakan proses evakuasi dilakukan secara estafet, sehingga setiap pos disiapkan beberapa orang untuk mengangkat tandu evakuasi survivor yang mengalami cedera dan hipotermia.

"Proses penurunan survivor dilakukan secara estafet dari pos ke pos sampai ke basecamp," pungkas dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.