TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Intensitas hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Depok belakangan ini kembali memicu musibah.
Kali ini, peristiwa tanah longsor melanda Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muara Benda yang berlokasi di Kampung Mampangan RW 09, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.
Bencana yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) lalu ini menyebabkan pergerakan tanah yang cukup signifikan.
Baca juga: Warga Depok Harus Tahu! Cuma 13 TPU Ini yang Resmi Dikelola Pemkot, Cek Daftarnya di Sini
Nahasnya, area makam yang berada persis di pinggir saluran air menjadi titik yang paling parah tergerus arus, mengakibatkan sejumlah makam warga ikut terdampak longsor.
Merespons kejadian mengejutkan ini, Lurah Kemirimuka, Bahrul Ulum, membenarkan adanya musibah tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar.
Gotong Royong Evakuasi dan Pembangunan Turap
TPU Muara Benda sendiri berstatus sebagai lahan wakaf milik masyarakat, sehingga pengelolaannya berada langsung di bawah tanggung jawab lingkungan warga setempat—bukan di bawah UPTD Pemakaman Umum Pemkot Depok.
Meski demikian, pihak Kelurahan Kemirimuka tidak lepas tangan. Bersama pengurus makam dan warga setempat, mereka bergotong royong melakukan penanganan darurat, mulai dari mengevakuasi area yang rentan hingga menata kembali makam-makam yang terdampak.
Fokus utama saat ini adalah penguatan area tanah di sekitar lokasi longsor. Rencana pembangunan turap penahan tanah pun tengah disiapkan agar musibah serupa tidak terulang, terutama di tengah cuaca Depok yang masih sering diguyur hujan.
“Saat ini sudah dilakukan penanganan sementara agar kondisi tidak semakin meluas. Ke depan akan diupayakan penanganan lanjutan,” katanya.
Kolaborasi aktif antara warga dan pihak kelurahan ini terus didorong agar lingkungan pemakaman kembali aman bagi warga maupun peziarah.
“Harapannya, penanganan dapat berjalan lancar dan kondisi dapat kembali tertata dengan baik,” tutupnya.
8 Jasad Masih Hilang
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) siang dan mengakibatkan 16 makam terdampak.
Pengelola TPU Muara Benda, Muhayar, mengatakan, longsor terjadi setelah hujan turun selama empat hari berturut-turut yang membuat struktur tanah tidak lagi stabil.
“Nah, ini disebabkan akibatnya longsor itu karena irigasi masuk air karena hujan terus, terlalu banyak hujannya jadi sehingga tanah itu kebawa amblas,” kata Muhayar, Senin (23/3/2026).
Dia menambahkan, masih terdapat delapan jasad yang masih dalam tahap pencarian akibat tertimbun longsor.
“Kami juga masih melakukan pendataan terhadap nama-nama jasad agar tidak tertukar,” pungkasnya.