TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Harga beras premium di Pasar 10 Ulu terpantau masih stabil, namun terjadi kekosongan stok pascalebaran.
Kondisi ini dipicu karena pedagang masih menjual stok lama, sementara permintaan masyarakat meningkat dan pasokan baru belum tersedia.
Akibatnya, sebagian warga beralih membeli beras dari jalur lain dengan harga sekitar Rp14 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang, Sarmiah, mengaku belum merasakan kenaikan harga karena masih menjual stok lama.
"Belum tau kalau ada kenaikan harga beras, tapi kabar yang beredar ada nian naik tapi saya belum bisa memastikan karena stok ini yang lama jadi harga normal dulu aja," ujar pedagang yang juga menjual Sembako ini pada Jumat (27/3/2026).
Sarmiah menjual beras premium dengan berbagai merek seperti Topi Koki yang dijual dengan harga Rp 297 untuk 20 kg, selain itu Beras Raja Rp 280 untuk 20 Kg, Patin Rp 290 untuk 20 Kg, Cap Belida Rp 295 untuk 20 Kg, Beras Merah Rp 295 untuk 20 Kg.
"Kalau dijual untuk harga perkilogramnya dijual dengan harga Rp 18-20 ribu," tutupnya.
Baca juga: Isu Beras Anak Raja Rp100 Ribu, Dinas Ketahanan Pangan & Peternakan Sebut Harga Masih Sesuai HET
Baca juga: Besaran Jumlah Zakat Fitrah 1447 H/2026 Beras dan Uang 17 Kabupaten/Kota di Sumsel
Sementara itu, pedagang lain, Yantok, mengungkapkan stok beras sudah habis sejak sebelum Lebaran dan hingga kini belum tersedia kembali.
Ia menyebut kenaikan harga kemungkinan terjadi, namun tidak terlalu signifikan, diperkirakan sekitar Rp1.000 per kilogram.
Menurutnya, jika harga dari distributor naik, pedagang juga akan menyesuaikan harga jual.
Meski demikian, ia berharap kenaikan harga tidak terlalu tinggi agar pedagang tetap bisa memperoleh keuntungan dan masyarakat tidak terbebani.
"Kalau naik bingung juga ngambil untungnya jadi bertahap untuk bisa memberikan penjelasan ke masyarakat khususnya emak emak yang nak nawar terus," tutupnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com