Harga Minyak Tembus 103 Dolar AS, Ini Perbandingan Harga BBM di ASEAN
Heriani AM March 27, 2026 03:08 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah mulai berdampak langsung ke kawasan Asia Tenggara.

Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu gangguan di Selat Hormuz membuat pasar energi global bergejolak dan mendorong harga minyak menembus level 103 dollar AS per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut berimbas pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara ASEAN.

Negara-negara yang masih bergantung pada impor energi mulai merasakan tekanan, sehingga pemerintah setempat melakukan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Baca juga: Iran Izinkan Tanker Negara Sahabat, Malaysia, China, India dll lewati Selat Hormuz, Kapal Indonesia?

Harga minyak mentah dunia pun merangkak naik hingga menembus level 103 dollar AS per barel.

Kenaikan ini berdampak pada sektor energi di berbagai negara, terutama pada harga bahan bakar minyak (BBM) yang ikut terdongkrak.

Harga minyak pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan diberbagai negara, termasuk yang terjadi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara mulai merasakan imbasnya, dengan pemerintah masing-masing melakukan penyesuaian harga BBM seiring meningkatnya tekanan dari harga minyak global.

Baca juga: Setelah Thailand, Kapal Malaysia Lewati Selat Hormuz, PM Anwar Ibrahim Ucap Terima Kasih pada Iran

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi di kawasan, mengingat sebagian besar negara ASEAN masih bergantung pada impor minyak.

Lantas, bagaimana perbandingan harga BBM di negara-negara kawasan Asia Tenggara?

Harga bensin RON95 (95 oktan) di Singapura tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara, bahkan menempati posisi keempat tertinggi di dunia, yakni sekitar 2,583 dollar AS per liter atau setara sekitar Rp 43.600 per liter per 16 Maret 2026.

Sementara itu, Vietnam kembali menyesuaikan harga bahan bakarnya untuk kedua kalinya pada 25 Maret 2026, dikutip dai The Straits Times, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Syarat Iran untuk Kapal Nonmusuh Lintasi Selat Hormuz, Kapal Thailand Melintas, 2 Kapal Pertamina?

Penyesuaian ini dilakukan setelah sebelumnya harga solar melonjak lebih dari dua kali lipat sejak dimulainya konflik di Timur Tengah, menurut data Kementerian Perdagangan setempat.

Dilansir dari The Nation Thailand, Rabu (25/3/2026), berikut perbandingan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara, dilansir dari Kompas.com:

Harga bensin

Singapura: 89,27 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 47.300)

Laos: 63,17 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 33.500)

Myanmar: 60,45 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 32.000)

Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)

Filipina: 51,48 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 27.300)

Thailand: 33,05 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.500)

Vietnam: 32,01 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.000)

Malaysia: 27,39 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 14.500)

Indonesia: 24,15 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 12.800)

Brunei: 13,63 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 7.200)

Baca juga: Trump Percaya Diri Bisa Tumbangkan Mojtaba, Incar Sosok Ini Jadi Pemimpin Baru Iran

Harga solar/diesel

Singapura: 95,96 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 50.900)

Myanmar: 68,92 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 36.500)

Laos: 59,83 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 31.700)

Filipina: 55,95 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.700)

Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)

Malaysia: 39,54 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 21.000)

Vietnam: 34,08 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 18.100)

Thailand: 31,14 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 16.500)

Indonesia: 28,50 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 15.100)

Brunei: 7,97 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 4.200)

Perbandingan ini menunjukkan disparitas harga energi yang cukup lebar di kawasan, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, ketergantungan impor, serta dampak langsung dari gejolak harga minyak global. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.