Transformasi Kampus dan Pesan Sejarah: Filep Wamafma Teguhkan Komitmen STIH Manokwari
Hans Arnold Kapisa March 27, 2026 02:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Dr. Filep Wamafma, menegaskan komitmen pengembangan institusi melalui transformasi kelembagaan menuju Institut Hukum.

Langkah ini disebut sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Papua Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Filep dalam arahannya kepada para wisudawan pada kegiatan akademik STIH Manokwari, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, pengembangan kampus tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) yang terus mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi di daerah.

Dalam rencana pengembangan ke depan, STIH Manokwari akan membuka tiga program studi baru, yakni hukum, ilmu pemerintahan, dan manajemen rekayasa.

Program tersebut diharapkan memperluas pilihan akademik yang lebih spesifik serta relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kita tidak boleh berjalan secara umum saja, tetapi harus lebih fokus dan spesifik agar kualitas lulusan semakin baik,” ujar Filep.

Baca juga: STIH Manokwari Wisuda 224 Sarjana Hukum Angkatan ke-41

Ia menilai transformasi kelembagaan merupakan strategi meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan di Tanah Papua.

Pada kesempatan itu, Filep juga mengingatkan 224 wisudawan angkatan ke-41 agar tidak melupakan sejarah kampus yang telah membentuk perjalanan akademik mereka. 

Ia menekankan pentingnya prinsip jangan sekali-kali melupakan sejarah sebagai fondasi moral dalam meraih kesuksesan di masa depan.

“Di mana pun kalian berada dan menjadi apa pun, ingat bahwa kalian ditempa di kampus ini. Jangan pernah malu mengakui asal-usul pendidikan kalian,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada para alumni untuk terus menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan selama masa studi, termasuk menghormati dan membahagiakan orang tua sebagai kunci utama keberhasilan hidup.

Baca juga: Komitmen Inklusif Jadi Fondasi Kepercayaan Publik terhadap STIH Manokwari

Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi dari kemampuan memberikan kebahagiaan kepada keluarga.

“Orang tua tidak menuntut harta, tetapi ingin melihat anak-anaknya berhasil dan hidup bahagia. Itu yang harus menjadi motivasi utama,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Filep mengajak seluruh sivitas akademika dan alumni STIH Manokwari untuk menjaga persatuan serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah melalui berbagai bidang pengabdian.

“Kita adalah satu. Di mana pun berada, lakukan yang terbaik dan bawa nama baik kampus,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.