BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor mencatat puncak arus balik lebaran di bandara pada H+3 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal itu disampaikan General Manager (GM) Bandara Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardhana.
Ia mengungkapkan, pada puncak arus tanggal 24 Maret 2026, tercatat sebanyak 12.800 penumpang di Bandara Syamsudin Noor.
“Puncaknya di hari Selasa kemarin, itu di angka 12.800 sekian penumpang. Itu saat ini yang menjadi angka tertinggi,” kata Milyas saat ditemui Bpost di kawasan bandara, Jumat (27/3/2026).
Pada masa mudik Lebaran, rata-rata penumpang di Bandara Syamsudin Noor diatas angka 10.000 penumpang per hari, baik yang datang ataupun berangkat.
Baca juga: 177 ASN di Pemko Banjarbaru Naik Pangkat, Satu Orang Tak Penuhi Syarat Karena Hal Ini
Baca juga: Lowongan Kerja di Royal Jelita Hotel, Penempatan di Banjarmasin dan Landasan Ulin, Dibuka 3 Posisi
“Kalau yang kemarin periode hari tanggal 26 kemarin itu kita ada di 12.000 kecil, 12.000 kecil itu di tanggal 26 kemarin,” sambungnya
Milyas menambahkan, dalam empat hari ke depan, pihaknya masih mengantisipasi potensi lonjakan penumpang, terutama karena masih terdapat satu akhir pekan yang kemungkinan dimanfaatkan para pemudik sebagai kesempatan terakhir untuk kembali.
“Kami masih mengantisipasi apabila terjadi lonjakan pada akhir pekan ini,” katanya.
Selama masa arus balik, Posko Siaga yang berada di area bandara tetap dihaga oleh petugas untuk memberikan pelayanan.
“Sesuai dengan arahan, untuk Posko ini akan berakhir di tanggal 30 Maret, yaitu di hari Senin. Namun kami akan menutup posko ini di tanggal 31 karena kami harus melihat traffic-nya itu sampai di tanggal 30 malam itu sampai seberapa,” katanya.
Salah seorang pemudik, Dimas telah tiba di Bandara Syamsudin Noor setelah mudik ke kampung haalamn di Surabaya, Jawa Timur selama dua pekan.
“Saya mudik kebutulan pas waktu cuti, masuk kerja tanggal 29 Maret, saya kembali lebih awal hari ini,” kata pekerja tambang di Tanahbumbu ini.
Ia mengaku telah menbeli tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum masa mudik Lebaran dan mendapatkan harga tidak terlalu mahal.
“Kebetulan saya sudah pesan dari jauh-jauh hari, jadinya murah, alhamdulillah. Rp1.100.000 naik peswaat Lion Air,” akunya.
Meskipun terjadi kepadatan saat chic in di bandara keberangkatannya pulang ke Kalsel, Dimas mengaku tidak mengalami kendala berarti khususnya selama balik ke Kalsel.
“Tidak ada (delay), lancar-lancar saja,” ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)