PAD Kota Yogyakarta 2025 Akhirnya Tembus Rp1 Triliun, Hasto Wardoyo: Target Tercapai
Muhammad Fatoni March 27, 2026 06:02 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah torehan bersejarah berhasil dicatatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang menembus angka Rp1 triliun.

Pencapaian ini menjadi sorotan utama dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di hadapan legislatif, Jumat (27/3/2026).

Hasto menyebut target PAD Rp1 triliun sebenarnya sudah lama menjadi cita-cita besar Kota Yogyakarta.

Namun baru di tahun 2025 ini impian tersebut benar-benar terealisasi secara nyata.

Oleh sebab itu, ia mengungkapkan rasa syukurnya karena target yang tergolong berat ini dapat diwujudkan dalam satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.

"Daerah yang sudah lama punya cita-cita 1 triliun, tapi belum pernah kesampaian, dan alhamdulillah tahun 2025 itu PAD-nya mencapai 1 triliun," katanya, di Gedung DPRD Kota Yogyakarta.

Hasto menjelaskan, kenaikan PAD dari tahun ke tahun biasanya bergerak di angka yang cenderung linier, yakni dari kisaran Rp830 miliar menuju Rp850 miliar. 

Namun, lanjutnya, transisi dari tahun 2024 ke 2025 menunjukkan lompatan yang sangat signifikan hingga berhasil menembus target yang sudah sejak lama dicanangkan.

"Saya ikuti itu, tapi khusus dari tahun 2024 ke 2025 meloncatnya kalau menurut saya, dari 830 menjadi 1 triliun lebih sedikit, itu menjadi salah satu capaian yang saya syukuri," ungkapnya.

Baca juga: Rencana WFH ASN Setiap Jumat, Pemkot Yogyakarta Buka Opsi Tambah Jam Kerja di Hari Biasa

Indikator Makro

Tak hanya dari sisi fiskal, Hasto juga memaparkan, indikator makro lainnya seperti kesehatan, kualitas SDM, serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan telah memenuhi target yang ditetapkan.

​Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap tantangan untuk menekan tingkat kesenjangan sosial dan memacu pertumbuhan ekonomi agar selaras dengan target pemerintah pusat di atas 5 persen.

"Sekarang masih sekitar 5, itu kita masih belum sukses, saya merasa belum sukses untuk pertumbuhan ekonomi. Kami harus kerja keras untuk pertumbuhan ekonomi dan gini ratio, kesenjangan sosial," tandasnya.

Manajemen Persampahan

Di samping itu, terdapat capaian informal yang juga menjadi perhatian Hasto terkait manajemen persampahan yang diklaimnya menunjukkan hasil memuaskan.

Wali Kota menyebut dalam setahun terakhir tumpukan limbah di depo-depo sudah mulai teratasi dan dialifungsi sebagai tempat transit, bukan lagi titik penumpukan yang menimbulkan bau dan lindi.

"Ini meskipun raport yang tidak formal diekspos di DPRD sebagai LKPJ, tetapi bagi saya penting, bahwa satu tahun bekerja ini sampah di depo-depo sudah tidak ada," terangnya.

"Karena itu yang kami cita-citakan, jangan menumpuk sampah di depo sampai berbau, sampai ada lindinya. Itu menjadi cita-cita saya, dan Alhamdulillahlah, masuk satu tahun ini teratasi," urai Hasto. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.