TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Transportasi masyarakat pulau di Kota Makassar kini makin bertambah.
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak lama lagi akan melaunching transportasi antar pulau yakni Pete-Pete Laut.
Program pete-pete laut sendiri menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan sektor transportasi dan memperkuat konektivitas wilayah kepulauan serta pesisir.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis A Misbah, menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Wali Kota Makassar, Munafri Arifddin.
Menurutnya, program tersebut diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.
“Pasti akan berdampak kepada masyarakat program itu," katanya kepada Tribun Timur, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Komisi B DPRD Makassar Temukan Setoran Pajak Parkir Tak Sesuai
Ia menilai, kehadiran transportasi laut berbasis pete-pete tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
"Ini tentu itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan adanya pete-pete laut,” ungkapnya.
Politisi Hanura itu mengaku, untuk terus mendukung dan mengawal setiap program yang dijalankan oleh Wali Kota Makassar demi kepentingan masyarakat luas.
“Tentu kita akan terus mendukung penuh apa program dari bapak wali kota. Kita juga akan terus mengawal program tersebut agar berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Layanan ini dirancang untuk mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini masih terbatas.
Apalagi kondisi transportasi antar pulau saat ini belum efisien dan kerap menyulitkan warga.
"Kita akan hadir dengan pete-pete pete Pulau. Insyaallah tahun ini kita akan launching," ujarnya.
Pemerintah kota akan menyiapkan armada kapal yang melayani rute antar pulau setiap hari.
Layanan ini dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
"Kapal ini akan jalan secara gratis, mengangkut kebutuhan masyarakat dari pulau ke pulau," jelasnya.
Rute dilayani seperti Barrang Lompo, Barrang Caddi, Kodingareng, hingga Langkai.
"Setiap hari keliling pulau melayani kebutuhan transportasi masyarakat," ucapnya.
Sehingga masyarakat tidak lagi harus memutar ke Kota Makassar untuk berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya.
"Sekarang kita akan potong alurnya," katanya.
Inovasi ini juga akan sangat membantu tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan.
Tahap awal, pemerintah akan mengoperasikan satu unit kapal sebagai uji coba sebelum menambah armada secara bertahap.
"Kita usahakan tahun ini bisa ada dua atau tiga kapal, tapi kita mulai dengan satu dulu untuk melihat perhitungannya secara detail," ujarnya.(*)