TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok, profil, dan biodata Robert Leonard Marbun, yang baru saja dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu pada Jumat (27/3/2026), oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Robert Leonard Marbun putra asal Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, kelahiran 23 Juni 1970, adalah figur penting dalam birokrasi keuangan Indonesia, dengan pengalaman panjang di bidang bea cukai dan hubungan internasional.
Pelantikannya sebagai Sekjen Kemenkeu menandai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola fiskal dan hubungan kelembagaan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Biodata Singkat
- Nama Lengkap: Robert Leonard Marbun
-Tanggal Lahir: 23 Juni 1970
- Usia: 55 tahun (per 2026)
- Agama: Kristen Protestan
- Jabatan saat Ini: Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI (sejak 27 Maret 2026)
- Dilantik Oleh: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, berdasarkan Keppres No. 24/TPA/2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto
Pendidikan:
- Lulusan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), jurusan kepabeanan.
- Melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan fokus pada hubungan internasional dan kebijakan fiskal.
- Aktif mengikuti berbagai kursus internasional terkait perdagangan dan bea cukai.
Karier dan spesialis:
- Direktur Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan, dengan pengalaman panjang dalam pengawasan perdagangan internasional.
- Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi/BKPM sebelum kembali ke Kemenkeu.
- Pernah menjabat di berbagai posisi strategis di bidang kepabeanan, fiskal, dan hubungan internasional.
- Spesialisasi: Kepabeanan, hubungan internasional, kebijakan fiskal.
- Dikenal sebagai pejabat karier yang disiplin, berintegritas, dan memiliki pengalaman internasional luas.
- Menjaga kesinambungan organisasi Kemenkeu, memperkuat koordinasi lintas lembaga, serta mendukung kebijakan fiskal pemerintah.
Robert Leonard Marbun menggantikan Heru Pambudi
Menkeu Purbaya pun memimpin pelantikan Marbun di Kantor Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat (27/3/2026).
"Saya berjanji bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara."
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh tanggung jawab. Bahwa saya, akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan dari perbuatan tercela. Kiranya Tuhan menolong saya," kata Marbun dalam sumpahnya.
Purbaya lantas berpesan kepada Robert melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh pejabat sebelumnya dan memintanya untuk melakukan koordinasi secara tim.
“Kita harus belajar koordinasi, kerja tim itu yang ditunjukkan Heru di posisinya sekjen berhasil kerja tim yang bagus, Kalau nggak ada Bapak Heru pasti saya berantakan hari kesatu kedua ketiga," kata Purbaya.
Bendahara negara itu juga meminta agar Marbun bisa untuk menghadapi tantangan geopolitik yang kini tengah dihadapi. Dia mengatakan hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Kemenkeu.
“Sekarang geopolitik, kita bisa jaga BBM di level sekarang kita jago dibanding menteri negara-negara lain. Saya ditanya presiden gimana BBM? Aman Pak artinya ada tindakan kita bisa menyelematkan itu dan itu belum terpublikasikan baik di Kemenkeu. Pak Robert memastikan itu dipahami masyarakat” kata Purbaya.
Sosok Robert Leonard Marbun
Robert Leonard Marbun merupakan lulusan Fakultas Hubungan Internasional (HI) dari Universitas Padjajaran (Unpad).
Selain itu, Marbun juga sempat menempuh pendidikan magister di Saitama University, Jepang, dengan mengambil jurusan Policy Analysis. Ia lulus pada tahun 2000.
Empat tahun berselang, dia juga dinyatakan lulus dan menyandang gelar doktor setelah menempuh pendidikan Philosophy in Economics di Kobe University.
Marbun bukanlah orang baru di lingkungan Kemenkeu. Dia pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Bea Cukai pada tahun 2011.
Selanjutnya, pada Oktober 2012, dirinya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi.
Pada tahun 2015, Marbun menduduki posisi sebagai Direktur Kepabeanan Internasional selama setahun.
Jabatan yang diemban oleh Marbun selanjutnya yakni Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.
Marbun lantas dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu pada 17 April 2018.
Lalu, ia pernah tercatat menjadi Komisioner PT Waskita Karya dan menjabat selama dua tahun dari 2019-2021.
Kemudian, Marbun juga sempat menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Harta Kekayaan Robert Leonard Marbun
Marbun tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp11,54 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK periodik 2024 yang dilaporkannya pada 8 Maret 2025.
Rincian harta kekayaannya berupa dua bidang tanah dan bangunan di Tangerang Selatan, Banten, senilai Rp4,37 miliar.
Selanjutnya, ia juga tercatat memiliki dua mobil merek Honda CR-V dan Honda HRV dengan total nilai Rp538 juta.
Marbun juga memiliki aset berupa harta bergerak lainnya senilai Rp50,5 juta, surat berharga Rp4,17 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp2,43 miliar.
(*/Tribun-medan.com/ Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)