Gajah Liar Rusak Sawit dan Tanaman Pangan di SD Lango, Warga Resah
Faisal Zamzami March 27, 2026 07:35 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Seekor gajah liar dilaporkan merusak tanaman kelapa sawit milik warga serta tanaman ketahanan pangan di lingkungan SD Transmigrasi Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (27/3/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut diduga telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Namun, aksi perusakan mencapai puncaknya pada Kamis malam, ketika gajah liar itu masuk ke area sekolah dan mengobrak-abrik tanaman kelapa sawit serta tanaman pangan seperti kacang panjang dan ketela yang ditanam di pekarangan sekolah.

Salah seorang guru di SD Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Ibnu Arabi, mengatakan bahwa kejadian tersebut membuat pihak sekolah dan masyarakat sekitar merasa khawatir.

Selain merusak tanaman, keberadaan gajah liar juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah.

“Pohon kelapa sawit dan tanaman ketahanan pangan di sekolah kemarin malam diobrak-abrik gajah liar. Kami berharap ada penanganan segera dari pihak terkait,” ujarnya.

Baca juga: Gajah Liar Dekati Permukiman, Satpol PP dan WH Aceh Jaya Kerahkan Personel

Menurutnya, tanaman yang dirusak tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan sekolah yang selama ini dikelola bersama oleh guru dan siswa.

Selain sebagai sarana edukasi, hasil tanaman juga dimanfaatkan untuk kebutuhan tambahan di lingkungan sekolah.

Warga sekitar mengaku resah dengan kemunculan gajah liar yang mulai mendekati pemukiman.

Mereka khawatir jika sewaktu-waktu berpapasan langsung dengan satwa berukuran besar tersebut, terutama pada malam hari saat aktivitas warga masih berlangsung.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.

Penanganan yang cepat dinilai penting agar tidak terjadi kerusakan yang lebih luas maupun potensi korban jiwa.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban dalam peristiwa tersebut.

Namun, kerugian material diperkirakan cukup signifikan akibat rusaknya tanaman sawit dan tanaman pangan milik warga serta sekolah.

Masyarakat juga mengimbau agar dilakukan upaya penggiringan atau penanganan lain yang aman bagi warga maupun satwa, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.