SERAMBINEWS.COM – Tanpa disadari, kebiasaan scrolling media sosial terus-menerus atau yang dikenal sebagai doomscrolling makin sering terjadi, terutama saat waktu luang atau menjelang tidur.
Aktivitas ini bukan sekadar membuang waktu, tapi juga bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Doomscrolling dikaitkan dengan kecemasan, risiko depresi, hingga masalah tidur.
Karena itu, kebiasaan ini perlu mulai dikendalikan sebelum semakin sulit dihentikan.
Baca juga: dr Zaidul Akbar: Emosi Ibu Saat Hamil Terekam ke Janin, Ini 5 Dampaknya
Melansir Healthline, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba untuk mengurangi kebiasaan tersebut:
Mengatur durasi penggunaan ponsel bisa jadi langkah awal yang cukup efektif.
Saat ini, sebagian besar smartphone sudah dilengkapi fitur pembatas waktu otomatis.
Setiap aplikasi bisa diatur batas pemakaian hariannya. Ketika waktu habis, aplikasi akan terkunci.
Meski masih bisa diakses kembali, fitur ini setidaknya memberi “peringatan” agar tidak terus-terusan scrolling tanpa sadar.
Baca juga: Batas Waktu Puasa Syawal, Sampai Kapan Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Buya Yahya
Jika membatasi waktu belum cukup membantu, cobalah mengambil jarak dari ponsel.
Misalnya, tidak menggunakan HP saat akhir pekan atau setelah jam kerja.
Cara ini memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat, sekaligus membantu menikmati momen tanpa distraksi dari layar.
Kadang, kita tidak sadar sudah menghabiskan banyak waktu di depan layar. Di sinilah peran orang terdekat jadi penting.
Meminta mereka untuk mengingatkan saat Anda mulai terlalu lama scrolling bisa membantu mengenali kebiasaan tersebut dan perlahan menguranginya.
Kebiasaan kecil seperti doomscrolling mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.
Mengubahnya memang tidak instan, namun langkah-langkah sederhana di atas bisa jadi awal untuk hidup yang lebih seimbang.
(Serambinews.com)