Express Bahari Teken Komitmen SPM, Dishub Rote Ndao Siapkan Pengawasan Ketat
Oby Lewanmeru March 27, 2026 07:39 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Manajemen Armada Kapal Cepat Express Bahari melalui PT Sakti Inti Makmur Cabang Rote resmi menandatangani Surat Pernyataan Komitmen Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Komitmen ini menjadi langkah perbaikan layanan angkutan laut di Kabupaten Rote Ndao sekaligus upaya mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2015 beserta perubahannya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, Hangry M J Mooy, menyatakan pihaknya mengapresiasi komitmen tersebut dan akan menjadikannya sebagai instrumen pengawasan resmi.

"Dokumen tersebut telah kami terima dan akan dijadikan instrumen pengawasan resmi," kata Hangry, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Ibu Hamil Gagal Diberangkatkan, Dishub Rote Ndao Layangkan Teguran Keras ke Operator Express Bahari

Ia mengatakan, hal ini untuk menanggapi surat pernyataan yang ditandatangani Kepala Perwakilan Wilayah PT Sakti Inti Makmur Cabang Rote, Musmul Yanto Loasana pada Rabu (25/3/2026).

Dalam komitmen itu, sebut Hangry, manajemen Express Bahari menjamin pemberian fasilitas khusus bagi penumpang prioritas seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, lanjut usia dan orang sakit. 

Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dan petugas darat diwajibkan mendahulukan kelompok tersebut dalam proses naik dan turun kapal.

Perusahaan juga berjanji menyediakan kursi prioritas di dalam kabin serta memastikan jalur evakuasi bagi pengguna kursi roda atau tandu tetap bebas hambatan.

Di sektor operasional, Express Bahari akan mengevaluasi prosedur pemeriksaan tiket, khususnya bagi penumpang dengan tiket daring, guna mencegah keterlambatan. Selain itu, perusahaan berkomitmen menerapkan tarif yang transparan sesuai ketentuan pemerintah.

Jika terjadi pengalihan pelabuhan sandar ke Papela, tambah Hangry, manajemen menyatakan siap memberikan kompensasi berupa pengembalian selisih harga tiket atau menyediakan transportasi menuju pusat kota Ba'a.

Hangry menegaskan kompensasi harus diberikan tanpa prosedur berbelit yang merugikan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa transportasi laut memiliki peran vital bagi kehidupan warga.

"Transportasi bukan sekadar angka atau infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan," tegasnya.

Menurutnya, aksesibilitas merupakan hak dasar setiap warga, sehingga keberpihakan pada pelayaran rakyat penting untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

Hangry mengemukakan, Dinas Perhubungan melalui Bidang Perhubungan Laut akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap delapan poin komitmen tersebut. 

Ia juga mengingatkan bahwa surat pernyataan ini memiliki konsekuensi hukum dan administratif.

Adapun penandatanganan komitmen turut disaksikan sejumlah pejabat Dinas Perhubungan Rote Ndao dan perwakilan manajemen perusahaan. (rio)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.