Jalur Kupang - Timor Leste Sempat Lumpuh, BPJN Buka Jalur Alternatif Trans Timor
Ryan Nong March 27, 2026 07:39 PM

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT mulai membuka jalur alternatif di sekitara lokasi Jembatan Asam Tiga di Kilometer 36 Jalan Timor Raya yang amblas pada Kamis (26/3/2026) kemarin. 

Akibat amblasnya jembatan yang terletak persis di Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang itu, lalu lintas kendaraan dari kupang ke wilayah timur Pulau Timor hingga Dili ibukota negara Timor Leste itu lumpuh.  

Adapun berdasarkan pantauan POS-KUPANG.COM, upaya penanganan putusnya Jembatan Asam Tiga di Kilometer 36 Jalan Timor Raya mulai menunjukkan perkembangan. Alat berat jenis ekskavator terlihat mulai membuka lahan untuk jalur alternatif di sekitar lokasi jembatan yang rusak.

Sejak Kamis, tiga unit ekskavator dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan.

Baca juga: Jembatan Amblas, Transportasi Kupang - Timor Leste Terhambat

Alat berat tersebut tampak bekerja meratakan tanah dan membuka akses jalan baru di sisi jembatan yang amblas. Selain itu, sejumlah material berupa gorong-gorong juga terlihat sudah didatangkan ke lokasi. 

Material ini rencananya akan digunakan sebagai bagian dari pembangunan jembatan sementara guna memulihkan akses transportasi yang sempat terputus.

Langkah ini dilakukan oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sebagai solusi darurat agar arus lalu lintas bisa kembali berjalan, meskipun masih bersifat sementara.

Sejumlah warga dan pengendara yang melintas berharap pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga akses utama yang menghubungkan Kupang dan wilayah lainnya di Pulau Timor bisa kembali normal.

Rekayasa Lalu Lintas

Sementara itu, Satlantas Polres Kupang mengarahkan masyarakat pengguna Jalan Timor Raya untuk menggunakan jalur alternatif menyusul terjadinya jembatan amblas di Kilometer 36, tepatnya di depan Mako Brigif 21/Komodo, Naibonat. 

Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan memanfaatkan jalan tani sebagai akses utama sementara, guna menjaga kelancaran arus kendaraan dari dua arah, baik dari Kota Kupang menuju Soe maupun sebaliknya.

Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Sam Ihim, menjelaskan bahwa pengendara dari arah Kupang menuju Soe diarahkan masuk melalui jalan tani, kelurahan Babau dan keluar kembali di wilayah Oelamasi, tepatnya setelah Kantor Bupati Kupang. 

Sementara dari arah Soe menuju Kupang, kendaraan dialihkan melalui rute sebaliknya, yakni masuk dari Oelamasi dan kembali ke Jalan Timor Raya melalui jalan tani.

“Kami dari Satlantas Polres Kupang menyampaikan kepada pengguna jalan Timor Raya agar berhati-hati terhadap pengalihan arus di depan Brigif. Saat ini kami melakukan rekayasa lalu lintas. Dari arah Kupang ke Soe diarahkan melalui jalan tani dan keluar di Oelamasi setelah Kantor Bupati, begitu juga sebaliknya dari arah Soe ke Kupang,” ujarnya.

Ia menegaskan, personel Satlantas telah disiagakan di lapangan untuk mengatur arus kendaraan sekaligus memberikan petunjuk kepada pengendara agar tidak salah jalur.

“Pengguna jalan kami minta tetap berhati-hati dan mengikuti petunjuk anggota kami di lapangan,” tambahnya.

Selain itu, Satlantas Polres Kupang juga memberlakukan pembatasan bagi kendaraan bertonase besar.

Kendaraan roda 12 ke atas serta kendaraan dengan muatan lebih dari 5 ton untuk sementara tidak diperkenankan melintasi jalur alternatif tersebut.

“Kami mengimbau kepada pengemudi kendaraan besar untuk menepi dan tidak melintasi jalan alternatif, karena ada pembatasan tonase. Di jalur tersebut terdapat jembatan kayu yang sementara dibenahi,” jelasnya.

Ruas Jalan Timor Raya sendiri merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Kupang dengan sejumlah wilayah lain di Pulau Timor seperti Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu (Atambua), hingga akses menuju perbatasan Negara Timor Leste.

Dengan adanya pengalihan ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas, sehingga arus lalu lintas tetap berjalan lancar dan aman selama penanganan di jalur utama berlangsung. (nov/ian)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.