Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Dalam upaya menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menjaga lingkungan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama sejumlah kepala dinas di Pemkot Malang bersepeda kayuh dalam melaksanakan aktivitas kerjanya, Jumat (27/3/2026).
Wahyu memulai bersepeda dari rumah dinas di Jalan Ijen menuju Balai Kota Malang di Jalan Tugu.
Kemudian dilanjutkan ke Jalan Aries Munandar untuk meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain untuk menghemat BBM, Wahyu Hidayat mengatakan, bersepeda untuk menjaga kesehatan tubuh.
Semua pegawai telah diminta untuk bersepeda setiap Jumat.
Wahyu menyebut, banyak pegawai di Pemkot Malang suka bersepeda.
Dengan digerakannya bersepeda ke kantor setiap Jumat, tidak mengganggu pelayanan publik yang sudah ada.
"Banyak ASN yang suka bersepeda, pelayanan publik tidak terganggu," katanya, Jumat (27/3/2026).
“Jadi dalam satu minggu kita upayakan nanti semua ASN kita bersepeda,” imbuhnya.
Bagi ASN yang tidak memiliki sepeda, Wahyu menyarankan untuk menggunakan transportasi umum.
Ada Bus Transjatim yang bisa dimanfaatkan untuk transportasi ke Balai Kota Malang.
Baca juga: Camat Burneh Bangkalan Pergi Ngantor Kayuh Sepeda 7 Km demi Hemat BBM: Skema WFH Kurang Cocok
“Kan ada Transjatim dan lewat Balai Kota Malang. Jadi tidak ada alasan nanti tidak punya sepeda, kan ada angkutan umum,” kata dia.
Ajakan bersepeda ini diharapkan Wahyu dapat menghemat BBM yang digunakan oleh kendaraan dinas maupun pribadi milik pegawai.
Ia menyebut, telah bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membicarakan mitigasi hemat energi atas dampak peran di kawasan jazirah Arab.
“Kami mengantisipasi dampak yang akan terjadi nanti akibat perang. Kami menyadari lebih dulu menghemat energi," paparnya.
Baca juga: Aktivitas Melaut Tuban belum Terdampak Isu Perang Timur Tengah, Nelayan Sebut Distribusi BBM Lancar
Wahyu meyakini, Kota Malang tidak akan terjadi krisis energi.
“Saya yakin nanti tidak ada permasalahan yang berdampak pada masyarakat. Ini hanya mengantisipasi saja,” paparnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mendukung kebijakan penggunaan sepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya penghematan BBM sekaligus meningkatkan kesehatan.
Ia juga turut bersepeda mendampingi Wahyu Hidayat.
Menurut Slamet, kebijakan tersebut sejalan dengan program prioritas kepala daerah atau dasa bhakti, khususnya dalam mendorong gaya hidup hemat energi di lingkungan pemerintahan.
“Ini bagus, sejalan dengan dasa bhakti kepala daerah, termasuk dalam rangka hemat BBM. Selain itu juga menambah kebugaran dan kesehatan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, dirinya menempuh perjalanan dari kawasan Jalan Soekarno-Hatta menuju Balai Kota Malang dengan menggunakan sepeda. Jarak tempuh pulang-pergi diperkirakan mencapai sekitar 20 kilometer.
Baca juga: Warga Bondowoso Ramai Antre di SPBU, Imbas Informasi Stok BBM Indonesia Sisa 26 Hari
“Kalau PP kurang lebih sekitar 20 kilometer. Ini sangat memungkinkan untuk dilakukan,” katanya.
Slamet menilai kebiasaan bersepeda ke kantor perlu terus dilanjutkan, mengingat sebelumnya kegiatan serupa juga pernah diterapkan.
Momentum saat ini dinilai tepat untuk kembali menggalakkan gerakan tersebut, terutama di tengah upaya efisiensi penggunaan BBM.
Di lingkungan Dispangtan, ia juga telah mengimbau jajarannya untuk mulai menggunakan sepeda, khususnya bagi pegawai yang memiliki mobilitas kerja yang memungkinkan.
“Ini hari pertama memang belum semua, tapi sudah ada beberapa yang naik sepeda. Kami imbau yang mobilitasnya memungkinkan untuk ikut,” jelasnya.
Baca juga: Hasil Analisis Labfor Polda Jatim, Tak Ada Bahan Peledak dalam Insiden Ledakan di Masjid Jember
Ia menambahkan, penggunaan sepeda tidak memerlukan fasilitas khusus karena sebagian pegawai telah memiliki sepeda pribadi sejak lama.
Slamet mengaku telah menggunakan sepeda miliknya selama sekitar lima tahun terakhir.
Dengan langkah tersebut, diharapkan kesadaran akan pentingnya efisiensi energi sekaligus pola hidup sehat dapat terus tumbuh di kalangan ASN Kota Malang.