Lokomotif KA Kamandaka Mendadak Mati di Jalur Purwokerto - Karangandul
khoirul muzaki March 27, 2026 10:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat mengalami gangguan pada Jumat (27/3/2026) siang, setelah lokomotif KA 195 (Kamandaka) relasi Cilacap - Semarang Tawang mengalami mati mesin di tengah perjalanan.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.49 WIB di KM 346+3/4, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Purwokerto dan Karangandul.


Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan gangguan tersebut diduga disebabkan oleh masalah teknis pada lokomotif.


"Lokomotif KA 195 (Kamandaka) mengalami gangguan atau mati lokomotif di lintas Purwokerto–Karangandul.


Dugaan sementara karena gangguan teknis," ujarnya dalam keterangan resmi kepada Tribunbanyumas.com.


Menindaklanjuti kejadian itu, KAI Daop 5 Purwokerto langsung melakukan penanganan cepat dengan mendatangkan lokomotif pengganti dari Dipo Lokomotif Purwokerto.


Pada pukul 15.42 WIB, rangkaian KA Kamandaka berhasil ditarik kembali menuju Stasiun Purwokerto untuk proses penanganan lebih lanjut.


Setelah dilakukan penggantian lokomotif, KA 195 (Kamandaka) kembali diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto pada pukul 16.18 WIB. 


Akibat insiden tersebut, perjalanan KA Kamandaka mengalami keterlambatan hingga 98 menit.


Tidak hanya KA Kamandaka, gangguan ini juga berdampak pada sejumlah perjalanan kereta lainnya. 

Baca juga: Banyumas Bakal Punya Kantor Imigrasi, Urus Paspor tak Harus ke Cilacap


Di antaranya, KA 5 (Argo Semeru) terlambat 8 menit, KA 115 (Sawunggalih) terlambat 15 menit, serta KA 49 (Purwojaya) mengalami keterlambatan 7 menit.


Sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 5 Purwokerto memberikan kompensasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api, berupa minuman ringan bagi penumpang terdampak.


KAI Daop 5 Purwokerto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.


"Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan perawatan sarana dapat lebih dioptimalkan guna menjaga keandalan operasional perjalanan kereta api," pungkasnya. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.