Ilmuwan Eropa Rancang Alat Penghalau Landak biar Hewan Ini Tidak Tertabrak di Jalan
GH News March 27, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Landak diketahui mampu mendengar suara ultrasonik frekuensi tinggi. Fakta ini membuat ilmuwan berinovasi untuk menjauhkan hewan tersebut dari jalan raya menggunakan penghalau ultrasonik.

Populasi landak di Eropa menurun drastis setelah kendaraan diperkirakan menewaskan satu dari tiga hewan ini.

Para ilmuwan dari Universitas Oxford bersama rekan-rekan mereka di Denmark menguji pendengaran 20 landak yang dirawat di Danish Wildlife Rescue Centres. Mereka menempelkan elektroda kecil untuk merekam sinyal yang berjalan dari telinga dalam ke otak landak saat mendengar suara ultrasonik melalui pengeras suara.

Peneliti Uji Alat Ultrasonik

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Biology Letters dengan tajuk "Hearing and anatomy of the ear of the European hedgehog Erinaceus europaeus" menunjukkan elektroda mendeteksi batang otak landak bersinar saat dimainkan sinyal antara 4 hingga 85 kHz. Ini menunjukkan kemampuan pendengaran hewan kecil ini jauh melebihi kemampuan manusia (maksimal 20 kHz) dan anjing (maksimal 45 kHz).

Peneliti juga memindai seekor landak yang telah mati menggunakan micro-CT scan beresolusi tinggi untuk membuat model 3D interaktif telinganya. Dari model ini terungkap tulang-tulang telinga tengah landak sangat kecil dan padat. Sendi antara gendang telinga dan bagian pertama tulang telinga tengah sebagian menyatu.

Struktur ini membuat rantai tulang lebih kaku sehingga suara ultrasonik dapat melewati telinga dengan sangat efisien. Fenomena ini mirip dengan mamalia dengan kemampuan ekolokasi seperti kelelawar.

Dikutip dari The Guardian, temuan ini membuka peluang untuk merancang alat penghalau landak berbasis ultrasonik. Mulai dari pemotong rumput hingga kendaraan, alat ini bisa menjaga landak tetap aman dari lalu lintas. Menariknya, frekuensi tinggi yang dapat didengar landak masih berada di atas kemampuan pendengaran hewan peliharaan seperti anjing sehingga alat ini tidak mengganggu anabul-anabul tersebut.

Asisten profesor sekaligus peneliti utama di Wildlife Conservation Research Unit Universitas Oxford dan University of Copenhagen, Dr Sophie Lund Rasmussen, mengatakan bahwa setelah menemukan kemampuan landak mendengar ultrasonik, langkah berikutnya adalah bekerja sama dengan industri otomotif untuk merancang alat penghalau bagi mobil.

Jika terbukti efektif, alat ini bisa berdampak besar dalam mengurangi ancaman lalu lintas bagi landak Eropa yang populasinya menurun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.