TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Julistia Amanda Umboh mencuri perhatian setelah terpilih sebagai salah satu finalis dalam ajang Nyong Noni Kebudayaan Sulawesi Utara 2026.
Gadis yang akrab disapa Tia ini menjadi satu-satunya perwakilan Noni dari Kabupaten Minahasa Selatan.
Perempuan kelahiran Lowian, 11 Juli 2005 ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Ia dikenal sebagai pribadi yang aktif dan memiliki minat besar di bidang kecantikan, khususnya merias diri dan make up.
Tia merupakan lulusan SMA Negeri 1 Maesaan dan saat ini tercatat sebagai mahasiswi aktif semester 8 di Universitas Negeri Manado (UNIMA).
Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Ilmu Ekonomi.
Sejak masa sekolah, Tia sudah menunjukkan potensi dan kedisiplinannya.
Ia pernah mengikuti kegiatan Paskibra pada tahun 2019 saat masih duduk di bangku SMA.
Keikutsertaannya dalam ajang Nyong Noni Kebudayaan Sulut 2026 tidak lepas dari proses seleksi yang ketat.
Ia harus melalui tahapan tes tertulis hingga wawancara sebelum akhirnya terpilih sebagai finalis.
Tia mengaku sempat merasa minder dan takut karena belum memiliki pengalaman.
"Awalnya minder dan takut karena belum ada pengalaman yang serupa," ungkap dia.
Namun, seiring berjalannya waktu, rasa percaya dirinya mulai tumbuh dan kini ia semakin siap menghadapi setiap tahapan.
Ketertarikan pada budaya menjadi salah satu motivasi utamanya mengikuti ajang ini.
Bagi Tia, budaya bukan hanya soal tradisi, tetapi juga mencakup gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Ia memandang ajang ini sebagai tanggung jawab besar untuk bisa menginspirasi dan membawa dampak positif.
Tia ingin mengembangkan kemampuannya demi memberikan teladan yang baik serta memiliki visi yang jelas dalam mempromosikan nilai-nilai budaya.
"Tentunya ada tanggung jawab besar yang harus diemban untuk mengarahkan, menginspirasi, serta menghasilkan dampak positif bagi masyarakat," ungkap Tia.
Dalam proses ini, Tia mendapat dukungan penuh dari keluarga, termasuk orang tua, saudara, pasangan, serta sahabat-sahabat terdekatnya.
Dukungan tersebut menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus melangkah.
Dengan tekad yang kuat, Tia berharap dapat meraih gelar Winner Noni Kebudayaan Sulawesi Utara 2026.
Ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap proses yang dijalani.
Sementara itu, tahapan pra karantina dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Maret 2026.
Sedangkan masa karantina direncanakan akan digelar pada 11-12 April 2026 mendatang. (yes)
Baca juga: Profil Kirana Rumondor, Calon Vikaris Pendeta GMIM Siap Jalani Psikotes, Didukung Penuh Keluarga