TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga Kristen.
Pembacaan alkitab terdapat pada Matius 26:63b-64.
26:63b Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
26:64 Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
Tema perenungan adalah Memperbaiki Yang Keliru.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Manusia bisa keliru dalam banyak hal, termasuk soal memahami Tuhan Allah.
Seperti yang terjadi pada orang Yahudi yang menantikan Mesias.
Bagi mereka, Mesias adalah raja orang Yahudi yang akan mengalahkan musuh-musuh Israel.
Mereka menantikan Mesias untuk menggulingkan kekuasaan Romawi.
Pemahaman ini keliru.
Alkitab memberi kesaksian, kemenangan yang dibawa Mesias tidak berkaitan dengan urusan politik, melainkan kehidupan yang diselamatkan dari dosa.
Mesias yang dinantikan bukanlah pahlawan gagah perkasa dan siap berperang, tetapi Tuhan Allah yang datang menjelma jadi manusia dalam diri Yesus Kristus.
Sosok penuh kasih yang bersedia menderita dan mati demi mengampuni dosa manusia.
Yesus Kristus memperbaiki kekeliruan ini. Ketika Imam Besar bertanya,
“apakah Engkau Mesias, Anak Allah atau tidak?” (ayat 63b),
Yesus Kristus menjawab pertanyaan ini dengan menyebut diri sebagai Anak Manusia, bukan Mesias.
Yesus Kristus memberi makna baru pada kata Mesias, berbeda dari yang mereka pikirkan.
Dialah Mesias, Tuhan Allah mahakuasa yang datang dalam wujud manusia, bukan untuk membebaskan mereka secara politik melainkan untuk menyelamatkan mereka dari dosa.
Yesus Kristus berkata,
“Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan
datang di atas awan-awan di langit” (ayat 64).
Kalimat “duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa” adalah pernyataan tentang
kekuasaan Tuhan Allah yang ada pada Yesus Kristus.
Sedangkan kalimat “datang di atas awan-awan” menyatakan tentang
kemuliaan-Nya yang akan mereka lihat kelak.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Perenungan ini mengingatkan agar kita tidak terjebak pada pemahaman yang keliru tentang Yesus Kristus.
Dia yang penuh kasih datang menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa
dengan menderita disalibkan dan mati.
Dia bukan saja sumber pertolongan yang kepada-Nya kita dapat datang memohon berkat,
tetapi Dia juga adalah Sang Mahakudus yang harus dihormati dan ditaati.
Artinya, kita tidak hanya meminta kemenangan dari Yesus Kristus, tetapi juga harus patuh dan tunduk pada perintah-Nya.
Sebab itu, kita harus membaca Alkitab dan merenungkan firman Tuhan setiap hari
karena dari situlah tumbuh pengenalan yang benar akan Yesus Kristus.Amin.