TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Sebanyak 390.744 keluarga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menerima bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini disalurkan melalui Perum Bulog sebagai bagian dari bantuan pemerintah untuk masyarakat.
Bantuan tersebut berupa bahan pokok, yakni beras dan minyak goreng, yang akan diberikan kepada keluarga penerima manfaat untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Kepala Kantor Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, mengatakan proses distribusi bantuan saat ini masih berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa sebagian minyak goreng sudah sampai ke Jember dan disalurkan kepada penerima.
Baca juga: Bayi Laki-Laki Dibuang di Tanggul Jember, Ditemukan Warga Saat Mengaji
"Sudah terkirim sebanyak 421 ribu liter minyak goreng telah tersalurkan. Dan masih ada 500 ribu liter dalam proses pengiriman," ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh paket bantuan yang terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Menurut Ade, total bantuan yang disiapkan untuk masyarakat Jember mencapai hampir 8.000 ton beras dan lebih dari 1,5 juta liter minyak goreng.
"Total bantuan yang disalurkan hampir 8.000 ton beras dan 1,540 juta liter minyak goreng," paparnya.
Baca juga: Pemkab Jember Siapkan Pembelajaran Daring, Antisipasi Kebijakan Hemat BBM
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan distribusi bantuan pangan kepada masyarakat akan dilakukan pada akhir Maret 2026.
Dalam proses penyaluran tersebut, pemerintah daerah juga akan memasang stiker khusus di rumah keluarga penerima manfaat.
Menurut Fawait, pemasangan stiker ini bertujuan membantu proses sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS), terutama untuk mendukung akurasi pendataan sosial.
"Pemasangan stiker dirancang untuk membantu sinkronisasi data dengan BPS sekaligus tetap menjaga kehormatan keluarga penerima manfaat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa stiker tersebut tidak akan memuat label yang berpotensi menimbulkan stigma sosial.
"Stiker tersebut tidak akan menggunakan kata miskin, melainkan cukup bertuliskan bantuan pangan disertai foto Presiden dan kepala desa," tambah Fawait.
Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di Jember.