SURYA.CO.ID TRENGGALEK - Satsamapta Polres Trenggalek Polres Trenggalek menggencarkan operasi gabungan balon udara tanpa awak di wilayah hukum Polres Trenggalek.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak menjelang Lebaran Ketupat.
Kasatsamapta Polres Trenggalek AKP Siswanto menuturkan patroli tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada jaringan listrik yang terganggu akibat balon udara tanpa awak.
Dari patroli tersebut Satsamapta berhasil mengamankan sejumlah balon udara siap terbang tepatnya di wilayah Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.
Balon udara tersebut diamankan sesaat sebelum diterbangkan oleh sejumlah remaja.
"Saat kami menggelar patroli dalam rangka Harkamtibmas menjelang perayaan Kupatan, petugas dari unit Patroli Samapta menjumpai sejumlah remaja yang akan menerbangkan balon udara," kata Sis, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Balon Udara Jumbo tanpa Awak Jatuh di Ponorogo, Sempat Disembunyikan Warga
Mendapati hal tersebut petugas kemudian segera mengamankan dan membawa ke balon udara tersebut ke Mapolres Trenggalek untuk proses lebih lanjut.
"Anggota mengamankan sedikitnya 3 balon udara yang akan diterbangkan. Ukurannnya bervariasi. Diameter 1 meter, 8 meter dan yang paling besar 15 meter. Kemudian kita amankan juga teko yang berisi minyak tanah," tegasnya.
Pihaknya menegaskan, menerbangkan balon udara, terlebih yang ditambah petasan sangat berbahaya bagi diri sendiri juga orang lain. Disamping membahayakan dunia penerbangan, balon udara juga berpotensi menjadi penyebab kebakaran.
Untuk itu pihaknya akan lebih menggencarkan patroli gabungan dengan melibatkan unsur terkait salah satunya dengan PLN.
Baca juga: PLN UIT JBM Amankan 6 Balon Udara Liar Berpetasan di Blitar Saat Lebaran
"Beberapa hari yang lalu ada balon udara yang jatuh diatap rumah warga di desa Wonoanti, Gandusari. Kemudian tadi pagi juga ditemukan balon udara yang nyangkut di tower instalasi listrik. Ini tentu sangat merugikan orang lain dan masyarakat luas," tutupnya.