SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Perbaikan darurat tiga titik tanggul jebol yang menjadi pemicu banjir di wilayah Mojoanyar dan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), terus dikebut oleh petugas gabungan, Jumat (27/3/2026).
Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik di Desa Jumeneng (Mojoanyar) dan Desa Modopuro (Mojosari) dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen. Kondisi cuaca yang cerah dalam beberapa hari terakhir, menjadi faktor kunci percepatan pembangunan tanggul darurat tersebut.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman, mengungkapkan bahwa titik jebol di Desa Jumeneng yang memiliki panjang 35 meter kini sudah mulai tertutup.
Penanganan di dua lokasi utama ini, dilakukan dengan skala prioritas menggunakan material darurat untuk menahan debit air Sungai Sadar.
"Proses saat ini masih peninggian tanggul kemudian dilanjutkan finishing. Untuk Jumeneng, luapan Sungai Sadar dipastikan tidak lagi masuk ke persawahan maupun rumah warga," jelas Rois, Jumat (27/3/2026).
Berbeda dengan dua lokasi sebelumnya, perbaikan tanggul di Desa Kebondalem mengalami tantangan berat. Petugas terpaksa melakukan pengerjaan secara manual tanpa bantuan alat berat.
Lokasi tanggul yang berada di sisi timur seberang sungai menyulitkan mobilisasi alat. Aliran sungai dengan kedalaman sekitar 2 meter memaksa petugas harus menyeberang untuk mencapai titik kerusakan.
"Kesulitan utama adalah posisi tanggul di seberang sungai. Karena aliran masih tinggi, pengerjaan harus full manual. Kami menunggu sungai surut agar pemasangan sandbag lebih optimal," tambah Rois.
Sebelumnya, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengonfirmasi bahwa jebolnya tanggul ini mengakibatkan ratusan rumah di empat desa terendam air.
Selain faktor tanggul, kelancaran pintu DAM Tinggarbuntut dan pembersihan sampah di aliran sungai menjadi kunci utama agar banjir tidak terulang kembali saat intensitas hujan tinggi.
Sungai Sadar merupakan salah satu anak sungai yang melintasi wilayah Mojokerto dan bermuara ke Sungai Porong. Secara historis, kawasan Mojoanyar dan Mojosari menjadi wilayah langganan banjir saat debit Sungai Sadar meningkat tajam akibat kiriman air dari hulu (Pacet dan Trawas).
Koordinasi antara Pemkab Mojokerto dan BBWS Brantas terus ditingkatkan, guna memastikan penguatan tanggul permanen dapat dilakukan setelah masa tanggap darurat berakhir.
Mengingat proses perbaikan masih bersifat darurat, warga diimbau untuk tetap waspada terutama saat hujan deras melanda area hulu. Berikut beberapa langkah antisipasi: