TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Angka fantastis terungkap dalam penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Nunukan di rapat paripurna DPRD Nunukan, Jumat (27/3/2026).
Bagaimana tidak, Pendapatan Daerah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara berhasil menembus Rp1,72 triliun atau 91,09 persen dari target yang ditetapkan.
Namun di balik capaian itu, tersimpan sejumlah fakta menarik, mulai dari target ekonomi yang meleset hingga lonjakan capaian program prioritas yang tembus 100 persen.
Bupati Nunukan Irwan Sabri mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hampir menyentuh target sempurna dengan realisasi 97,64 persen.
Baca juga: Pansus LKPj Gubernur Kaltara Lakukan Monev Kegiatan Pembangunan, Sejumlah Temuan jadi Atensi
Sementara itu, Pendapatan transfer mencapai 90,79 persen.
Namun, lain halnya dengan lain-lain Pendapatan sah yang hanya tercapai 66,55 persen.
“Secara umum Pendapatan Daerah menunjukkan kinerja yang baik,” ujar Bupati.
Di sisi lain, anggaran belanja daerah sebesar Rp2,1 triliun hanya terealisasi Rp1,77 triliun atau 82,50 persen.
Belanja modal bahkan hanya terserap 74,29 persen, memunculkan pertanyaan soal optimalisasi pembangunan fisik.
Baca juga: Wali Kota Tarakan akan Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ Anggaran 2024, Dilakukan Bertahap
Salah satu sorotan utama adalah pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 4,82 persen dari target 5,5 persen.
Meski tetap tumbuh positif, angka ini dinilai belum cukup kuat mendorong akselerasi ekonomi daerah.
Di tengah tantangan tersebut, kabar baik datang dari penurunan angka kemiskinan yang kini berada di 5,27 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 69,87 atau hampir menyentuh target.
Sejumlah program prioritas justru menunjukkan hasil mencolok, seperti jalan usaha tani sepanjang 142,6 km terealisasi 100 persen, pembangunan jalan penghubung mencapai 46,36 km, 232 rumah layak huni selesai dibangun, internet satelit menjangkau 89 sekolah serta beasiswa diberikan ke 1.148 pelajar
Tak hanya itu, 11 dokter spesialis berhasil direkrut untuk memperkuat layanan kesehatan.
Kabupaten Nunukan juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan transformasi digital terbaik di Kalimantan Utara serta predikat tinggi dalam reformasi hukum.
Meski deretan capaian terbilang impresif, Bupati Nunukan mengakui masih ada sejumlah program yang belum optimal.
Faktor keterbatasan anggaran hingga kondisi geografis menjadi kendala utama.
“Kami tetap membutuhkan masukan dan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan evaluasi ke depan,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid