Pencairan Es Antarktika Bisa Kurangi Kemampuan Laut Menyerap Karbon
GH News March 28, 2026 07:08 AM
Jakarta -

Selama ini, banyak yang mengira mencairnya es di kutub bisa membantu memperlambat pemanasan global karena memperbanyak zat besi yang dibutuhkan alga laut untuk tumbuh. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap hal sebaliknya, semakin banyak es mencair, laut justru bisa makin lemah dalam menyerap karbon.

Dilansir oleh ScienceDaily, tim ilmuwan dari Columbia Climate School menemukan es yang mencair dari lapisan Antarktika Barat membawa zat besi dalam bentuk yang tidak bisa dimanfaatkan oleh organisme laut. Akibatnya, alga yang berperan penting menyerap karbon dioksida tidak berkembang sebagaimana mestinya. Temuan ini menandai perubahan besar dalam cara kita memahami hubungan antara pencairan es dan perubahan iklim global.

Banyak Zat Besi Belum Tentu Membantu Pertumbuhan Alga

Selama ini, para ilmuwan mengira semakin banyak es yang mencair, semakin banyak zat besi yang dilepaskan ke laut dan semakin cepat alga tumbuh. Namun, hasil penelitian menunjukkan hal sebaliknya.

Zat besi yang terbawa es ternyata sudah terlalu lama terpapar udara dan air sehingga berubah menjadi bentuk yang sulit diserap oleh alga. Akibatnya, meskipun kandungan besi meningkat, pertumbuhan alga tetap tidak bertambah, dan kemampuan laut menyerap karbon pun melemah.

"Yang penting bukan seberapa banyak zat besi yang masuk ke laut, tetapi bentuk kimianya," kata Gisela Winckler, peneliti di Columbia Climate School.

Dampak Jangka Panjang bagi Iklim Global

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencairan lapisan es Antarktika Barat tidak selalu membawa efek positif bagi keseimbangan iklim. Jika es terus mencair, sedimen dari dasar laut yang kaya mineral tua akan semakin sering terbawa ke laut, tetapi tetap tidak bisa dimanfaatkan ekosistem laut secara efektif.

Hal ini berisiko menurunkan daya serap karbon di Samudra Selatan dan mempercepat laju pemanasan global.

"Kita melihat pola yang sama seperti pada masa lalu, ketika suhu bumi meningkat dan lapisan es di wilayah ini mulai menipis," ujar Torben Struve, peneliti utama dari University of Oldenburg.

Pengingat Penting dari Kutub Selatan

Temuan ini menjadi pengingat bahwa sistem bumi saling terhubung dengan cara yang rumit. Pencairan es merupakan persoalan naiknya permukaan laut dan menyangkut kemampuan laut untuk menjaga keseimbangan karbon global.

Para ilmuwan menekankan, menjaga kestabilan lapisan es Antarktika adalah bagian penting dari upaya mengendalikan perubahan iklim global.

Jika lapisan ini terus menipis, efek berantainya bisa terasa di seluruh dunia. Dalam jangka waktu yang cepat bisa terjadi perubahan suhu laut, cuaca ekstrem, hingga terganggunya keseimbangan ekosistem pesisir.

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience "South Pacific carbon uptake controlled by West Antarctic Ice Sheet dynamics", 2 Februari 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.