Jemaah Haji Wonosobo Disiapkan Berangkat lewat Embarkasi Yogyakarta
muh radlis March 28, 2026 07:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi momentum baru bagi jemaah asal Kabupaten Wonosobo.

Untuk pertama kalinya, keberangkatan jemaah haji Wonosobo akan dilakukan melalui embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Wonosobo, Nawawi, mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari keputusan pemerintah pusat yang mengatur perubahan sistem embarkasi.

“Ini pertama kalinya kita akan diterbangkan lewat embarkasi baru, yaitu embarkasi YIA Yogyakarta, biasanya kan embarkasi Solo,” ujar Nawawi, Kamis (26/3).

Embarkasi YIA tidak hanya melayani wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga mencakup wilayah eks Karesidenan Kedu yang terdiri dari enam kabupaten/kota.

“Embarkasi itu akan memberangkatkan jamaah dari daerah istimewa Yogyakarta dan dari eks karesidenan kedu,” jelasnya.

Dari total 951 jemaah, Wonosobo terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Kloter 21 menjadi kloter pertama dengan jumlah 230 jemaah yang bergabung dengan Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Akses Transportasi Makin Mudah, Integrasi Angkutan Trans Banyumas-Stasiun Purwokerto Resmi Dibuka

“Kloter 21, jemaah kita ada 230 orang. Itu akan masuk asrama pada tanggal 15 Mei,” ungkap Nawawi.

Selanjutnya, kloter 22 dan 23 masing-masing diisi penuh oleh jemaah Wonosobo sebanyak 354 orang.

"Untuk kloter terakhir, yakni kloter 24 hanya berisi delapan jemaah yang akan bergabung dengan Kabupaten Purworejo," katanya.

Terkait lokasi pelepasan, tiga kloter utama akan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Wonosobo, sedangkan kloter 24 dilepas dari Kantor Kementerian Haji dan Umroh setempat.

Perubahan embarkasi ini, menurut Nawawi, merupakan keputusan pemerintah pusat yang harus diikuti oleh seluruh daerah. Ia berharap masyarakat turut mendukung agar sistem embarkasi baru ini dapat berjalan lancar.

“Kita minta doanya dari masyarakat Kabupaten Wonosobo supaya mudah-mudahan embarkasi yang baru ini bisa semuanya lancar,” tutupnya. 

Nawawi juga menyoroti panjangnya masa tunggu jemaah haji yang akhirnya berangkat tahun ini. Banyak di antaranya telah menunggu lebih dari satu dekade.

“Waiting list jemaah yang berangkat ini sudah mengantre 13 tahun. Mereka yang berangkat tahun ini adalah sisa pendaftar tahun 2012 dan selebihnya dari tahun 2013,” jelas Nawawi.

Ditambahkannya, terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Nawawi, menyebut bahwa isu internasional bukan menjadi kewenangan daerah.

“Prinsip kami mempersiapkan jemaah dari daerah. Urusan masalah internasional ini mohon maaf bukan ranah kami,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Meski demikian, pihaknya berharap kondisi global segera membaik agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.

“Kita doakan saja mudah-mudahan semuanya cepat reda sehingga jemaah kita bisa diberangkatkan,” lanjutnya.  (Imah Masitoh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.