TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Libur Lebaran belum benar-benar selesai kalau belum menuntaskan satu hal berburu kuliner khas kota.
Di Semarang, arus balik bukan cuma soal kembali ke rutinitas, tapi juga momen singgah mengunyah kenangan yang rasanya nggak pernah basi.
Salah satu titik yang selalu relevan untuk itu adalah Pasar Johar.
Dari Bandara Ahmad Yani, perjalanan menuju kawasan Pasar Johar kisaran 45 menit tergantung arus lalu lintas.
Sementara dari Stasiun Tawang atau Stasiun Poncol, bisa ditempuh 20 menit saja. Bisa naik BRT Trans Semarang, feeder, atau angkutan online.
Pasar Johar bukan sekadar pasar, namun simpul sejarah kota yang sempat “jatuh” akibat kebakaran dahsyat, lalu bangkit lewat revitalisasi.
Bangunannya kini lebih tertata, tapi denyut lamanya masih terasa dari lorong-lorong, dari suara tawar-menawar, hingga aroma masakan yang menguar.
Pengunjung atau wisatawan bisa mencoba beberapa kuliner khas Kota Semarang yang tersedia di Pasar Johar.
Tribun Jateng merangkum daftar pilihan makanan dan minuman untuk bisa kalian coba!
Sate Kambing dan Gule Bu Amini
Berlokasi di Pasar Johar Tengah Lantai 2. Menu ini seperti pembuka yang tegas. Daging kambing dibakar dengan tingkat kematangan pas empuk tanpa alot.
“Saya pakainya kambing muda, biar lebih empuk. Saya di sini sudah 1976 an. Rasa dan bumbu saya pertahankan,” ujar Bu Amini, saat ditemui Tribun Jateng, Jumat (27/3/2026).
Tidak hanya dua menu saja, Amini juga menjual beragam makanan olahan kambing, seperti tengkleng, tongseng, bistik dan lainnya.
Untuk olahan kuah, rasa yang kental dan hangat rempah siap untuk memanjakan lidah para food Hunter di Kota Semarang. Untuk harga sekira Rp20.000-an hingga Rp50.000-an.
Soto Ayam Pak No
Kalau yang satu ini lebih kalem, tapi justru itu daya tariknya.
Kuah bening dengan rasa gurih yang bersih dan kaya rempah, diisi suwiran ayam serta taburan daun seledri dan bawang goreng.
Tak lupa pelengkap lauk, seperti gorengan, perkedel, sate-satean soto seperti telur puyuh, daging ayam, jeroan ayam dan sebagainya membuat makanan soto lebih nikmat.
“Warung Ini yang ngerintis simbah dari tahun 1970-an. Yang terkenal dari soto ini yaitu kuah bening dan kaldunya. Sekarang, kami sudah buka cabang di tiga tempat di Semarang,” tutur Puji, penerus Soto Ayam Pak No di Pasar Johar.
Es Gempol Kencono
Setelah makanan berat, di lokasi yang sama, semangkuk es ini jadi penyeimbang. Perpaduan santan berasa gurih dan bubuk gula halus menghadirkan manis yang lembut, dingin, dan menenangkan.
“Isian utamanya adalah gempol dan pleret, keduanya berbahan dasar tepung beras. Gempol berbentuk bulat putih, sementara pleret memiliki warna merah muda,“ ujar Nurul, Pemilik Es Gempol Kencono.
Meski terbilang kuliner jadul, Es Gempol Pleret ini disukai banyak generasi muda. Terbukti warung ini ramai dikunjungi gen z.
Mereka datang bukan hanya untuk makan dan minum, tetapi juga mencari pengalaman baru menikmati jajanan pasar legendaris di bangunan era klonial yang bersejarah.
Untuk harga semangkuk es Gempol yakni Rp10.000, di warung tersebut juga tersedia jajanan jadul yang siap diajak nostalgia.
Kofi Djohar
Lanjut, di titik singgah di antara keriuhan pasar.
Kofi Djohar berdiri di antara kios-kios pedagang dengan konsep warung sederhana.
Konsep ini sengaja dipertahankan agar suasana tetap autentik khas pasar tradisional.
Sementara menu yang paling banyak dipesan, sebutnya, adalah kopi susu butter.
Selain kopi, ada juga kaya toast, telur setengah matang, dan milktea.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau.
Minuman dijual dengan harga mulai Rp7.000 hingga Rp19.000.
Toko Kue Gambang
Pendatang baru yang berlokasi di Pasar Johar Utara. Menempati ruang sudut bangunan pasar menjadikan lokasi yang cocok menjadi spot foto andalan menunjukkan heritage vibes-nya Pasar Johar.
Roti ganjelrel dengan tekstur padat dan aroma kayu manis yang khas menjadi primadona di toko tersebut.
Bakso Sapi Pak Djo Pedamaran
Di kalangan pecinta bakso daging sapi asli, warung tenda Bakso Sapi Pak Djo di tepi Jl Pedamaran ini bisa jadi jujugan. Lokasi warung tenda ini persis di samping Pasar Johar. Istimewa sajian bakso ini, kaldu kuahnya begitu terasa gurih dan segar. Terlebih ada tambahan iso, babat, hingga olor. Meski ada jeroan, kuahnya tidak menjadi berlemak atau berminyak sehingga lebih aman tenggorokan, tanpa ada yang terasa lengket-lengket.
Seporsi bakso komplet ini dihargai Rp 20 ribu. Selain bakso, ada pula menu mi ayam komplet seharga Rp 10 ribu per porsi.
Bila ingin lebih spesial, tambahkan juga dengan pangsit yang disajikan dengan kuah panas. Harganya benar-benar ramah di kantong
Nah, banyaknya ragam pilihan kuliner saat kamu jalan-jalan di Pasar Johar ini, selain bikin kenyang, kamu gak bakal kebingungan atau bahkan kelaparan.
(Rezanda Akbar D)